Posted on November 9, 2009 by wulan
Alhamdulillah, di tahun 2009 ini ternyata Allah masih mempercayai kami akan amanah Nya, seorang bayi laki laki, setelah 3 kali berturut turut 3 bidadari cantik menghiasi rumah kami. Mujaddid Ilman Mahdan. Si nomor enam. Dik Mahdan, lahir di RS Haji Jakarta pada tanggal 23 Juni 2009. Untuk ketiga kalinya dr. Dwi Rasyanti, SpOG membantu umi dalam proses persalinannya. Walaupun dengan agak susah payah, Alhamdulillah dik Mahdan lahir normal dengan berat badan yang memecahkan rekor berat badan anak-anak umi lainnya, 4,5 kg ! subhanallah
Kali ini tanpa Abi di sisi umi, karena harus mengisi seminar di Semarang, umi ditemani tante Rina dan om Catur, terima kasih ya Om, tante
Proses persalinan dik Mahdan tidak berlangsung lama, jam 1 pagi umi tiba di RS pada pembukaan 5, jam 2.45 lahirlah anak laki laki umi dan abi yang ganteng dan gagah ini
Seorang mujaddid, seorang pembaharu yang memiliki wawasan ilmu yang luas, itulah doa yg umi dan abi panjatkan di balik nama yang telah diberikan. Semoga Allah SWT mengabulkan doa abi dan umi..amiin. Welcome to the RSW family dik Mahdan …we love u !
Filed under: Keluarga | 4 Comments »
Posted on February 2, 2009 by wulan
Tulisan ini sebenarnya saya tulis untuk memenuhi ajakan Mbak Asma Nadia di facebooknya, untuk membuat buku tentang pengalaman menghadapi kematian orang yang dicintai. Tetapi, berhubung sudah terlalu lama ngendon di folder document laptop saya, akhirnya saya putuskan untuk mempublishnya di blog.
Kami sekeluarga tinggal di Semarang, kota kecil ibukota Jawa Tengah yang berudara panas. Ayahku adalah seorang pegawai negeri di salah satu instansi Departemen Keuangan. Ibuku seorang ibu rumah tangga sejati, tinggal di rumah, mengurus rumah dan anak-anak. Saat itu aku adalah anak ketiga dari 3 bersaudara. 2 orang kakak laki-lakiku, yang seorang 1 tahun dan seorang lagi 3 tahun lebih tua dariku. Kami adalah keluarga yang bahagia. Read more »
Filed under: Keluarga | 13 Comments »
Posted on October 19, 2008 by wulan
Setelah 7 tahun mendampingi suami studi di Jepang, tahun 2004 akhirnya kami sekeluarga kembali ke tanah air, membawa segala kenangan yang indah maupun sebaliknya, suka duka perjalanan hidup kami selama di Jepang. Sekian lama tinggal di negeri Sakura, negeri Matahari Terbit, salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh relasi, teman, saudara adalah : enakan mana mbak? di Jepang atau Indonesia ? Hmmm … pertanyaan yang sulit. Jepang dan Indonesia adalah 2 negara yang memiliki banyak sekali perbedaan. Musim, adat istiadat, makanan, karakter manusia, dll. Saya akan coba menjawabnya di sini dengan membaginya menjadi 2 bagian, enak dan tidak enaknya tinggal di Jepang.. Read more »
Filed under: Hikmah | 24 Comments »
Posted on September 11, 2008 by wulan
Posted on August 17, 2008 by wulan
Mungkin maksud Anda adalah: sulistiani wulandari. Kalimat itulah yang akan muncul ketika saya tuliskan nama lengkap saya ke dalam kotak search Google. Sejak pertama kali masuk sekolah, SD,SMP,SMA hingga kuliah, kesalahan pengucapan atau penulisan nama, sudah biasa saya alami. Ketika guru atau dosen mengabsen, kerap kali saya menyampaikan ralat atas pengucapan nama saya yang salah. Sulistiani, dalam bahasa Jawa berarti indah/keindahan, adalah nama yang umum digunakan bagi anak perempuan. Sulihtiani, kata pertama dari dua kata yang membentuk nama saya memang terasa aneh didengar telinga
Tidak heran bila Google mempertanyakan kebenarannya, karena ketidaklazimannya digunakan. Di usia di mana saya mampu dengan benar menuliskan nama lengkap saya, kepada orang tua tidak lupa saya tanyakan arti dari nama itu. Read more »
Filed under: Hikmah | 14 Comments »
Posted on July 9, 2008 by wulan
Tidak ada alasan untuk tidak menulis, itu dogma yang sering dilontarkan oleh suami tersayangdi rumah. Tapi apa daya, keinginan menulis kadang harus mengalah oleh kesibukan-kesibukan saya di rumah. Lebih lagi, saya termasuk tipe yang membutuhkan waktu dan ruang yang comfortable untuk menulis, dan itu sangat jarang saya bisa dapatkan. Berbeda dengan membaca, yang bisa dilakukan dalam keadaan yang kurang comfortable sekalipun. Itulah sebabnya, frekuensi saya menulis di blog mungkin tidak bisa menyamai blogger lain yang produktif menulis di blognya. Read more »
Filed under: Keluarga | 13 Comments »
Posted on April 18, 2008 by wulan
Pada suatu hari di Masjid Otsuka, Tokyo, Jepang, selesai mengikuti majelis taklim khusus muslimah, saya bercakap-cakap dengan seorang muslimah Jepang, sebut saja namanya Fulanah. Percakapan kami dimulai dengan pernyataan Fulanah kepada saya : “ Wulan san, saya iri lho kepada saudara-saudara muslimah dari Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Malaysia dan negara-negara Islam lainnya. Mereka telah memeluk Islam sejak lahir. Sejak kecil telah diajarkan nilai-nilai Islam. Telah beribadah sepanjang hidupnya. Fasih membaca Al Qur’an. Tentu mereka telah memperoleh pahala yang sangat banyak atas segala ibadah dan amal yang telah dilaksanakannya”. Read more »
Filed under: Hikmah | 36 Comments »
Posted on April 15, 2008 by wulan
Mengenakan jilbab (kerudung ) di Indonesia, bukan merupakan suatu hal yang aneh. Bahkan jilbab sekarang sudah menjadi trend di tanah air, seiring dengan banyak munculnya produsen jilbab dengan berbagai bentuk dan model jilbab.
Berbeda halnya di Jepang, wanita mengenakan jilbab adalah pemandangan langka. Tidak heran setiap bertemu dengan orang Jepang, mata mereka akan agak lebih lama menatap pemandangan ” langka” itu. Kadang-kadang saya ditanya, ” Surilangka jin desu ka ? “..orang Srilangka ya ?
Atau suatu saat, di supermarket, seorang bocah cilik bertanya, ” Atsui janai no ? “…apa gak panas ? serta banyak lagi pertanyaan dan komentar yang ditujukan kepada saya sehubungan dengan jilbab yang saya pakai. Read more »
Filed under: Hikmah | 9 Comments »
Posted on April 5, 2008 by wulan
Ketika tinggal di Jepang, saya berkenalan dengan makanan yang satu ini. Sama seperti kebanyakan orang Indonesia lain ketika mendengar “sushi“, maka yang terbayang adalah ikan mentah hii …Tetapi ketika pertama kali mencicipi sushi di negeri asalnya, sungguh bertolak belakang sekali dengan imajinasi saya sebelum itu. Paduan antara nasi, ikan mentah dan wasabinya, seperti memiliki harmoni tersendiri. Mewakili kebanyakan cita rasa masakan Jepang, yang ringan , sederhana tak banyak berbumbu dan berbentuk indah. Sejak saat itu jadilah saya salah satu orang Indonesia penggemar sushi
Read more »
Filed under: Kuliner | 16 Comments »
Posted on April 5, 2008 by wulan
Kalau saya ditanya apa yang paling merepotkan dengan punya anak banyak, maka jawabnya adalah ketika terjadi wabah penyakit di rumah. Wabah penyakit di sini biasanya penyakit-penyakit yang mudah menular akibat kontak fisik. Maklum,it’s impossible untuk menyuruh anak-anak yang sakit berdiam di kamar guna menghindari kontak fisik dengan saudara-saudaranya. Maka, ketika 2 pekan yang lalu, Nana terkena cacar air, saya sudah mempersiapkan diri (fisik, mental, finansial) akan bakal datangnya wabah cacar air di rumah. Sampai-sampai dokter anak langganan juga udah warning …siap-siap bu..anak-anak yang lain mungkin bakal kena juga. Read more »
Filed under: Keluarga | 10 Comments »