Recycle Baby’s Shop

Tergelitik saat seorang teman bertanya kepada saya tentang pengalaman membelikan sepeda untuk anak pertama kali. Memang, semua yang berbau “pertama kali” bisa jadi adalah kenangan yang tak terlupakan 😉 Tersenyum sendiri, sambil mengingat saat pertama kali membelikan Mas Irsyad sepeda kecilnya, dulu, di Saitama …..

Jepang terkenal sebagai negara yang aktif menerapkan prinsip recycle (daur ulang). Sampah sampah dipisahkan. Sampah yang bisa didaur ulang akan mengalami proses daur ulang sehingga bisa dimanfaatkan kembali, misalnya seperti plastik, styrofoam, kaleng, kaca, alat elektronik, dll. Salah satu fenomena yang menarik, adalah toko daur ulang kebutuhan bayi atau recycle baby’s shop. Di toko ini, disediakan berbagai macam kebutuhan bayi dan anak anak, dari popok, botol, ember, hingga baju, mainan, dll. Tidak semua barang adalah barang bekas, ada juga yang masih baru tetapi tidak terpakai oleh pemiliknya.

Secara tidak sengaja, kami menemukan toko itu, tepat pada saat saya sedang hamil anak pertama. Toko itu baru saja dibuka, dikelola oleh sepasang suami istri muda warga negara Jepang yg telah memiliki 2 orang anak. Bagian bawah dari rumah berlantai dua itu dioperasikan menjadi toko, sedangkan bagian atasnya dipakai sebagai tempat tinggal. Sejak saat itu jadilah kami pasangan orang asing pelanggan pertamanya, yang selanjutnya menjadi pelanggan setianya 😀

Ada beberapa pertimbangan yang membuat kami menjadikan toko ini sebagai salah satu tempat favorit dalam daftar tempat ” hang out ” :), yaitu :

1. Harganya jauh di bawah harga baju bayi dan anak anak di supermarket

Di mana mana sudah jamak, harga baju dan perlengkapan anak biasanya lebih mahal dibanding dengan milik orang dewasa. Begitu pula di Jepang. Dengan adanya toko recycle tadi sangat membantu kami, para mahasiswa negara asing yang telah berkeluarga dan sedang menimba ilmu di Jepang serta mengandalkan biaya beasiswa untuk hidup tiap bulan. Fyi, beasiswa yang diperoleh mahasiswa asing bervariasi jumlahnya tergantung dari pendonornya. Ada yang mencukupi , ada pula yang masih kurang. Alhamdulillah, beasiswa yang diterima suami saat itu, cukup untuk kebutuhan kami, tapi dengan membeli perlengkapan bayi dan anak di toko recycle tadi, bisa sedikit mengurangi pengeluaran, yang bisa digunakan pada pos pengeluaran lain yang belum terjatah 😀

2.  Usia baju bayi itu pendek

Mengapa baju bayi memiliki jenis ukuran yang lebih banyak dibanding baju orang dewasa? Karena bayi berkembang sangat pesat. Baju bayi yang dipakai saat dia lahir, biasanya hanya akan bertahan selama sebulan, untuk selanjutnya harus diganti dengan ukuran selanjutnya. Padahal kebutuhan baju bayi baru lahir harus agak banyak, mengingat frekuensi kencing dan pup nya yang sering, dan banyaknya “kejadian di luar perkiraan”, contohnya muntah, basah air liur, dll mengakibatkan bayi harus sering diganti popok dan bajunya. Rasanya menjadi kemubaziran kami saat itu bila harus membeli semuanya serba baru, padahal hanya akan dipakai untuk beberapa waktu.

3. Bekas bukan berarti tidak layak pakai

Baju bekas. Mungkin bagi sebagian orang memandangnya sebelah mata, bahkan mencibirnya. Tetapi di Jepang, menjual barang bekas bahkan dijadikan event rutin. Mirip dengan “garage sale”, tapi dikoordinasi oleh panitia tertentu, dan diadakan di tempat fasilitas umum yang luas, seperti area parkir, stasiun dan taman taman. Biasanya disebut flea market. Yang menjual  adalah keluarga yang ingin “membuang” sebagian barangnya dari rumah, dan yang membeli pun kebanyakan adalah keluarga yang mencari barang dengan harga murah. Event ini bahkan menjadi semacam ajang rekreasi bagi keluarga. Bedanya toko recycle dengan flea market tadi, di toko recycle barang telah melalui proses sortir yang ketat serta proses “daur ulang” yaitu perawatan sebelum dijual kembali. Sehingga barang barang dijual di sana masih amat sangat layak untuk dipakai 😀 Sebagian barang malah ada yang masih baru, tetapi dengan harga yang jauh di bawah harga di supermarket.

Di Indonesia banyak  tempat  yang menjual barang barang bekas, tetapi sejauh yang saya tahu   tidak ada toko yang menjual  perlengkapan  bayi bekas. Mungkin karena di Indonesia masih menganut prinsip “lungsuran”, atau meregenerasi perlengkapan dan baju dari anak pertama ke berikutnya 😉

Kembali ke sepeda mas Irsyad. Sepeda mas Irsyad yang pertama kali pun dibeli di toko ini. Sampai akhirnya dia lancar naik sepeda tanpa roda tambahan, maka  Abi membelikan  sebuah sepeda yang baru sebagai hadiahnya . Yoku ganbatta ne Irsyad kun 😀

Advertisements

13 thoughts on “Recycle Baby’s Shop

  1. Pakdhe Samboga January 27, 2010 at 1:05 am Reply

    mba…kita di Indonesia juga punya ya mba..bahkan tidak beli, nglungsur 🙂 pakdhe sering elus dada saat baca status temen2 yg borong abis alat perlengkapan bayi, namun tentu pakdhe ga perlu komentar di sana lah..pakdhe khawatir komentar pakdhe hanya citra dari rasa kebelumampuan pakdhe untuk berbuat hal yang sama :-)))
    HPL canthing insyaAlloh tgl 27 Mei 2010 (mohon doanya ya mba supaya canthing sekeluarga selalu sehat, juga mba sekeluarga) namun walau masih lama keluarga besar sudah wanti-wanti ga usah borong barang-barang bayi, dan untuk sepeda sepertinya samb juga akan seperti de Irsyad (salam yaa), pakdhe akan pilihkan canthing sepeda bekas..mungkin beli di tetangga aja..namanya pak Yanto, tukang becak yang nyambi recycle sepeda…bener2 recycle karena satu sepeda bisa jadi berasal dari 3 bangkai sepeda dengan bagian rusak yg berbeda-beda :-)))

    makasih ya tulisannya, sangat INSPIRATIF..bintang lima untuk tulisan mba (kompasiana banget pake inspiratif segala hehehehe) ; nah iini dia bintangnya *****

    • wulan March 20, 2010 at 11:25 am Reply

      matur nuwun pakdhe 🙂

  2. Tatas Wicaksono January 27, 2010 at 1:33 pm Reply

    wah itu dek Irsyad waktu masih di Saitama ya buk ??

    • wulan March 20, 2010 at 11:27 am Reply

      iya betul…kira kira umur 4 th 🙂

  3. adrianna February 2, 2010 at 7:21 pm Reply

    assalamualaikum…
    mba, masih di jepang skr? 😀

    • wulan March 20, 2010 at 11:27 am Reply

      waalaikumussalam wr wb

      udah pulang kok…sejak 2004 😀

  4. batiknovita.com February 8, 2010 at 2:06 am Reply

    Memang harus pintar2 ngatur financial, termasuk urusan yang satu ini.
    Makasih infonya.. 🙂

    • wulan March 20, 2010 at 11:28 am Reply

      sama sama 🙂

  5. bowo March 24, 2010 at 10:01 pm Reply

    bisa tuker link ga mbk??

  6. Afif logicprobe10 April 15, 2010 at 3:29 pm Reply

    lucu sekali anak itu 🙂
    salam kenal

  7. massigit June 6, 2010 at 9:37 pm Reply

    Assalamu’alaikum… ini weblog-nya Bu RSW njih.. Salam kenal umi.. beberapa hari yang lalu Pak Romi baru saja berkunjung ke kampus kami, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Saya senang sekali bisa bertemu beliau secara langsung. Salam kagem Pak Romi njih.. 🙂

  8. massigit June 6, 2010 at 9:38 pm Reply

    Assalamu’alaikum… ini weblog-nya Bu RSW njih.. Salam kenal umi.. beberapa hari yang lalu Pak Romi baru saja berkunjung ke kampus kami, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Saya senang sekali bisa bertemu beliau secara langsung. Salam kagem Pak Romi njih.. 🙂 Maturnuwun.

    • wulan June 11, 2010 at 7:02 am Reply

      wa alaikumuussalam wr wb

      salam kenal mas 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: