Monthly Archives: April 2008

Muslimah Jepang Itu…

Pada suatu hari di Masjid Otsuka, Tokyo, Jepang, selesai mengikuti majelis taklim khusus muslimah, saya bercakap-cakap dengan seorang muslimah Jepang, sebut saja namanya Fulanah. Percakapan kami dimulai dengan pernyataan Fulanah kepada saya : “ Wulan san, saya iri lho kepada saudara-saudara muslimah dari Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Malaysia dan negara-negara Islam lainnya. Mereka telah memeluk Islam sejak lahir. Sejak kecil telah diajarkan nilai-nilai Islam. Telah beribadah sepanjang hidupnya. Fasih membaca Al Qur’an. Tentu mereka telah memperoleh pahala yang sangat banyak atas segala ibadah dan amal yang telah dilaksanakannya”. Continue reading

Advertisements

Kami ga nai no ?

Mengenakan jilbab (kerudung ) di Indonesia, bukan merupakan suatu hal yang aneh. Bahkan jilbab sekarang sudah menjadi trend di tanah air, seiring dengan banyak munculnya produsen jilbab dengan berbagai bentuk dan model jilbab.

Berbeda halnya di Jepang, wanita mengenakan jilbab adalah pemandangan langka. Tidak heran setiap bertemu dengan orang Jepang, mata mereka akan agak lebih lama menatap pemandangan ” langka” itu. Kadang-kadang saya ditanya, ” Surilangka jin desu ka ? “..orang Srilangka ya ? 😉 Atau suatu saat, di supermarket, seorang bocah cilik bertanya, ” Atsui janai no ? “…apa gak panas ? serta banyak lagi pertanyaan dan komentar yang ditujukan kepada saya sehubungan dengan jilbab yang saya pakai. Continue reading

Sushi

Ketika tinggal di Jepang, saya berkenalan dengan makanan yang satu ini. Sama seperti kebanyakan orang Indonesia lain ketika mendengar “sushi“, maka yang terbayang adalah ikan mentah hii …Tetapi ketika pertama kali mencicipi sushi di negeri asalnya, sungguh bertolak belakang sekali dengan imajinasi saya sebelum itu. Paduan antara nasi, ikan mentah dan wasabinya, seperti memiliki harmoni tersendiri. Mewakili kebanyakan cita rasa masakan Jepang, yang ringan , sederhana tak banyak berbumbu dan berbentuk indah. Sejak saat itu jadilah saya salah satu orang Indonesia penggemar sushi😉 Continue reading

Wabah Cacar Air

Kalau saya ditanya apa yang paling merepotkan dengan punya anak banyak, maka jawabnya adalah ketika terjadi wabah penyakit di rumah. Wabah penyakit di sini biasanya penyakit-penyakit yang mudah menular akibat kontak fisik. Maklum,it’s impossible untuk menyuruh anak-anak yang sakit berdiam di kamar guna menghindari kontak fisik dengan saudara-saudaranya. Maka, ketika 2 pekan yang lalu, Nana terkena cacar air, saya sudah mempersiapkan diri (fisik, mental, finansial) akan bakal datangnya wabah cacar air di rumah. Sampai-sampai dokter anak langganan juga udah warning …siap-siap bu..anak-anak yang lain mungkin bakal kena juga. Continue reading