Category Archives: Keluarga

Mereka Yang Kusayang Part III : Damia Hana Mazidah

2 tahun setelah kelahiran si nomor 6, Alhamdulillah The RSW Family “kedatangan” anggota baru, seorang bidadari kecil nan cantik, yang kami beri nama : Damia Hana Mazidah. Si nomor 7 ini lahir dengan persalinan normal pada tanggal 13 Oktober 2011, pukul 14.40 WIB, di RSIA Hermina Bekasi, sekali lagi dengan bantuan dokter spesialis kandungan bertangan dingin dr. Dwi Rasyanti, SpOG (gak bisa ke lain hati dok 😀 ).

Berbeda dengan kakak-kakaknya yang hari kelahirannya mundur dari hari perkiraan lahir (HPL),  proses persalinan dik Damia 1 hari lebih cepat dari HPL nya. Dengan panjang 50 cm dan berat badan 3744 gram, Alhamdulillah proses persaliannnya cukup lancar, tapi sayang dik Damia belum bisa langsung pulang bersama umi,  masih harus tinggal dan dirawat di rumah sakit karena pulse nafasnya belum ideal.

Setelah hampir satu minggu dirawat di ruang Perinatologi, akhirnya dik Damia pun bisa pulang ke rumah. Wah senangnya para kakak menyambut adik cantiknya ini 🙂 Damia Hana Mazidah : seorang anak perempuan yang kuat dan menambah berkah bagi keluarganya, adalah doa kami kepada Nya dik…welcome to RSW Family. We love  u  !

Advertisements

New Released in 2009 ! Mereka Yang Kusayang Part II

mahdanAlhamdulillah, di tahun 2009 ini  ternyata Allah masih mempercayai kami akan amanah Nya, seorang bayi laki laki, setelah 3 kali berturut turut 3 bidadari cantik menghiasi rumah kami. Mujaddid Ilman Mahdan. Si nomor enam.  Dik Mahdan, lahir di RS Haji Jakarta pada tanggal 23 Juni 2009. Untuk ketiga kalinya dr. Dwi Rasyanti, SpOG membantu umi dalam proses persalinannya. Walaupun dengan agak susah payah, Alhamdulillah dik Mahdan lahir normal dengan berat badan  yang memecahkan rekor berat badan anak-anak umi lainnya, 4,5 kg ! subhanallah 🙂

Kali ini tanpa Abi di sisi umi, karena harus mengisi seminar di Semarang, umi ditemani tante Rina dan om Catur, terima kasih ya Om, tante  🙂 Proses persalinan dik Mahdan tidak berlangsung lama, jam 1 pagi umi tiba di RS pada pembukaan 5, jam 2.45 lahirlah anak laki laki umi dan abi yang ganteng dan gagah ini 🙂

Seorang mujaddid, seorang pembaharu yang memiliki wawasan ilmu yang luas, itulah doa yg umi dan abi panjatkan di balik nama yang telah diberikan. Semoga Allah SWT mengabulkan doa abi dan umi..amiin. Welcome to the RSW family dik Mahdan …we love u !

Ibu Sudah Tidak Ada

Tulisan ini sebenarnya saya tulis untuk memenuhi ajakan Mbak Asma Nadia di facebooknya, untuk membuat buku tentang pengalaman menghadapi kematian orang yang dicintai. Tetapi, berhubung sudah terlalu lama ngendon di folder document laptop saya, akhirnya saya putuskan untuk mempublishnya di blog.

iluvumom1Kami sekeluarga tinggal di Semarang, kota kecil ibukota Jawa Tengah yang berudara panas. Ayahku adalah seorang pegawai negeri di salah satu instansi Departemen  Keuangan. Ibuku seorang ibu rumah tangga sejati, tinggal di rumah, mengurus rumah dan anak-anak. Saat itu aku adalah anak ketiga dari 3 bersaudara. 2 orang kakak laki-lakiku, yang seorang 1 tahun dan seorang lagi 3 tahun lebih tua dariku. Kami adalah keluarga yang bahagia. Continue reading

Busyro : Naik Kelas dan Khitan

Tidak ada alasan untuk tidak menulis, itu dogma yang sering dilontarkan oleh suami tersayangdi rumah. Tapi apa daya, keinginan menulis kadang harus mengalah oleh kesibukan-kesibukan saya di rumah. Lebih lagi, saya termasuk tipe yang membutuhkan waktu dan ruang yang comfortable untuk menulis, dan itu sangat jarang saya bisa dapatkan. Berbeda dengan membaca, yang bisa dilakukan dalam keadaan yang kurang comfortable sekalipun. Itulah sebabnya, frekuensi saya menulis di blog mungkin tidak bisa menyamai blogger lain yang produktif menulis di blognya. Continue reading

Wabah Cacar Air

Kalau saya ditanya apa yang paling merepotkan dengan punya anak banyak, maka jawabnya adalah ketika terjadi wabah penyakit di rumah. Wabah penyakit di sini biasanya penyakit-penyakit yang mudah menular akibat kontak fisik. Maklum,it’s impossible untuk menyuruh anak-anak yang sakit berdiam di kamar guna menghindari kontak fisik dengan saudara-saudaranya. Maka, ketika 2 pekan yang lalu, Nana terkena cacar air, saya sudah mempersiapkan diri (fisik, mental, finansial) akan bakal datangnya wabah cacar air di rumah. Sampai-sampai dokter anak langganan juga udah warning …siap-siap bu..anak-anak yang lain mungkin bakal kena juga. Continue reading

Mereka Yang Kusayang

irsyadAbdurrahman Yusuf Irsyad. Biasa disapa dengan Irsyad. Si sulung, lahir tanggal 15 Juni 1998 di Saitama, Jepang.Lahir bersamaan dengan musim hujan menjelang musim panas di Jepang, atau orang Jepang menyebutnya dengan tsuyu. Sejak kecil, Irsyad ‘ngga pernah ngerepotin umminya. Mau aja ditinggal achi kochi (ke sana sini), nyuci pakaian, njemur, masak, dll sementara dianya asyik main sendiri. Makanan favoritnya adalah segala makanan yang berbau karbohidrat, seperti nasi, mi, dan pasta. Bisa ditebak, Irsyad jadi anak ummi dan abi yang paling gemuk di rumah 😉 Karena lahir, dan sempat sekolah di Jepang selama 2 tahun, ketika pulang ke Indonesia kemampuan bahasa Indonesianya agak memprihatinkan. Tapi Alhamdulillah, setelah beberapa lama masuk sekolah di TK perlahan-lahan kemampuan bahasanya membaik. Mas Irsyad, demikian panggilan kesayangannya, adalah seorang kakak yang suka mengalah kepada adik-adiknya.Mudah-mudahan bisa menjadi teladan yang baik buat adik-adik ya mas…..love you

hasanAbdussalam Faqih Hasan. Si Nomor Dua. Hasan, nama panggilannya. Lahir 9 Oktober 2000 di Saitama, Jepang. Kalau Mas Irsyad lahir di musim panas, Mas Hasan lahir ketika suhu udara mulai dingin, yaitu musim gugur atau aki. Saat itu ummi agak kepayahan, karena 2 hari kontraksi gak maju-maju 😦 Akhirnya dokter memutuskan untuk induksi. Alhamdulillah, setelah proses yang lumayan lama, anak ummi dan abi yang kedua muncul ke dunia. Kalau mas Irsyad agak pendiam, si nomor dua ini boleh dibilang agak cerewet 😉 Tapi Hasan anak yang berani lho, sejak Play Group sampai sekarang, sekolah gak pernah dianterin dan ditungguin ummi. Oleh karena itu di sekolah dia dikenal dengan panggilan Abang Hasan, karena sifatnya yang dewasa itu ….begitu kata bu guru. Selalu jadi anak pemberani ya bang Hasan…love you

Yuka..senyum dulu ah Salsabila Yuka Izzatunnisa. Si Nomor Tiga. Yuka, demikian dia disapa. Anak perempuan pertama ummi dan abi. Lahir tanggal 24 Juni 2003,di Saitama, Jepang. Seperti halnya mas Irsyad, Yuka juga lahir di musim panas. Ketika hamil, sengaja ummi gak minta dikasih tahu sensei, jenis kelamin bayi. Jadi ketika perawat memberitahu bahwa yang lahir adalah onnanoko (anak perempuan), surprise banget….alhamdulillah 🙂 Yuka artinya bunga yang lembut, tapi entah kenapa Yuka jadi anak yang paling cerewet di rumah 😀 Tapi, Yuka adalah anak ummi dan abi yang paling cepat dan pintar ngomong. Pandai menirukan nyanyian dan gerak tarian. Semoga jadi anak yang pintar dan sholehah ya…..love you

nanaNadhifah Laila Ramadhani. Si Nomor Empat. Nana, seperti namanya lahir di malam bulan suci Ramadhan. Tepatnya tanggal 19 Oktober 2005, di Rumah Sakit Haji Jakarta. Jadi Nana adalah anak ummi dan abi pertama yang “made in Indonesia” 😉 Si cantik yang satu ini, proses kelahirannya paling cepat di antara yang lainnya. Dengan hanya 2 kali tarikan nafas, Nana terlahir ke dunia. Sayang, setelah lahir Nana sempat harus dirawat di ruang neonatus karena kadar bilirubin dalam darahnya yang tinggi. Jadilah ummi harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menyusui. Alhamdulillah setelah 5 hari dirawat, Nana diperbolehkan pulang. Agak deg degan juga waktu itu, soalnya udah deket hari raya Idul Fitri, sedih dong kalau Nana harus berlebaran di rumah sakit 🙂 Semoga Nana selalu diberi kesehatan ya….amiin ..love you.

azkaNaura Azka Sadidah. Si Nomor Lima. Azka lahir tanggal 20 November 2006, di Rumah Sakit Haji Jakarta. Paling lama mundurnya dari hari perkiraan lahir, 9 hari ! rekor deh 😀 Sampai-sampai Eyang putri yang datang dari Semarang habis duluan cutinya, Azka belum lahir juga. Setelah 4 jam diinduksi -bu dokter bilang “digelitikin”- alhamdulillah Azka lahir ke dunia. Wajahnya paling “njawani”, begitu kata teman-teman ummi yang udah ngelihat Azka. Kalau yang lain Japanese, yang ini Javanese..he..he.. 🙂 Gak pa pa ya dik Azka, Japanese atau Javanese, Azka adalah buah hati ummi dan abi. Cepet gede yah, biar bisa main dengan kakak yang lain…love you

romi.jpgRomi Satria Wahono. Si Nomor…bukan ding 😀 Beliau inilah yang dipanggil Abi oleh kelima buah hati kami. Pekerja keras yang gak kenal waktu, apalagi kalau udah di depan komputer 😉 Bapak yang hangat dan care kepada anak-anaknya, suami yang penyayang dan pemurah kepada istrinya….duuhhh 🙂 Paling suka sayur asem-asem, jadi kalau saya udah kehilangan ide mau masak apa, sayur inilah pilihannya, dijamin gak bakalan protes..he..he. Tempat hiburan favorit adalah toko buku dan toko elektronik. Pernah dengar kota Akihabara ? Kota elektronik yang terkenal di Jepang. Dulu pernah diajak jalan-jalan ke tempat ini, sampai di rumah pusing dan muntah-muntah, habis gak ada indahnya sama sekali 😀 Kapok deh, sejak itu gak mau lagi diajak ke sana. Suka diprotes anak-anak, karena jarang libur di hari libur, jadi kalau pas hari libur Abi ada di rumah, anak-anak malah bilang …Abi gak kerja ?..he.he. Tapi kami mengerti, Abi bekerja keras buat kami semua… ya gak 😉 Abi..ganbatte ne..we love you.