Wabah Cacar Air

Kalau saya ditanya apa yang paling merepotkan dengan punya anak banyak, maka jawabnya adalah ketika terjadi wabah penyakit di rumah. Wabah penyakit di sini biasanya penyakit-penyakit yang mudah menular akibat kontak fisik. Maklum,it’s impossible untuk menyuruh anak-anak yang sakit berdiam di kamar guna menghindari kontak fisik dengan saudara-saudaranya. Maka, ketika 2 pekan yang lalu, Nana terkena cacar air, saya sudah mempersiapkan diri (fisik, mental, finansial) akan bakal datangnya wabah cacar air di rumah. Sampai-sampai dokter anak langganan juga udah warning …siap-siap bu..anak-anak yang lain mungkin bakal kena juga.

Sesuai dugaan, 2 pekan kemudian, Yuka, disusul Abang Hasan, dan terakhir Adek Azka. Mas Irsyad sejauh ini masih aman-aman saja. Tetapi menurut analisa saya (he..he..sok menganalisa), anak-anak biasa-biasa aja tuh,gak rewel-rewel amat, keluhan utama paling rasa gatalnya. Mungkin benar kata banyak orang, cacar air itu penyakit anak-anak, jadi ketika yang terkena sudah dewasa, justru rasanya lebih “menderita”. Maklum, dulu saya terkena ketika berumur 24 tahun, ketika sedang hamil 8 bulan Mas Irsyad. Dan bekas cacarnya juga, sampai saat ini masih kelihatan. Kalau anak-anak, karena pergantian sel-sel kulitnya masih aktif, mungkin lebih cepat perbaikannya. Jadi kesimpulannya, ibu-ibu tidak perlu panik ketika anak-anaknya terkena cacar air  he he 😀

Advertisements

10 thoughts on “Wabah Cacar Air

  1. Chaeruddin April 11, 2008 at 3:03 pm Reply

    Wah..nasehat yang baik tuh..cocok jadi ibu dokter kayaknya deh..
    Tapi namanya anak sakit tetap aja panik, paling gak bingung dan kasihan, btw thanks buat sharenya..

  2. wulan April 11, 2008 at 4:32 pm Reply

    #Chaeruddin : Mas Udin ini berarti bapak yang baik, merasa panik, bingung dan kasihan ketika anak sakit 😉
    Tetapi daripada panik,bingung atau kasihan, lebih baik berfikir tenang mencari solusi dan bersabar menerima “rezeki” dari Allah SWT. Insya Allah ada hikmah di balik nya.

  3. yadisyahid April 15, 2008 at 4:18 pm Reply

    Biasanya yang paling panik itu adalah ibu anak-anak. Kalau kita mah logis aja, kalau sakit ya paling nyari informasi sakit apa dan bagaimana penanggulangannya. Kalau memang ditanggulangi sendiri tidak bisa ya kita bawa kedokter spesialis anak.

    Pengalaman 2 minggu yang lalu anak saya zahra kena Campak, tapi anehnya ketika dibawa kedokter spesialis kok bilangnya demam ini karena tumbuh gigi. Padahal sudah jelas itu campak jerman (berdasarkan info yang dibaca dari internet). Untung kita sudah tahu jadi tidak panik ketika menghadapinya….

    Untuk mbak wulan, semoga anak-anaknya cepat sembuh semua….dan abinya tidak ketularan cacar, karena kalau sempat kena bisa-bisa turun pamor :))

  4. wulan April 15, 2008 at 4:41 pm Reply

    #yadisyahid : mungkin saya termasuk tipe yang tidak panikan ya 🙂 kalau bapak2 memang biasanya lebih cool cenderung cuek 😀
    Hmm, campak jerman (rubella) itu termasuk kasus langka lho, yang paling sering itu tampek (rosella) ini ruam merah keluar setelah panas turun, dan campak (measles) panas disertai ruam merah, setelah sembuh berubah kehitaman. Kalau rubella dan measles ada imunisasinya MMR. Kalau cacar air, ada tetapi tidak diwajibkan. Penderita akan memperoleh kekebalan otomatis setelah terkena penyakit ini.
    Zahra udah sembuh kan ?
    Terimakasih, Alhamdulillah udah pada sembuh. Abi-umminya udah pada kena jadi..save 🙂

  5. Tatas Wicaksono May 8, 2008 at 12:20 am Reply

    Yah Bu Wulan kurang tepat tuh tindakannya.
    Harusnya sekalian aja anak2 dikumpulin jadi satu, biar semua langsung kena cacar air. Jadi gak bikin repot dikemudian hari. hehehe.

    Toh umumnya semua anak pasti terkena cacar air dan yang udah kena katanya gak bakal kena lagi. Kasian juga kan kalo ada yang kena pas udah gede kayak bu Wulan sendiri. hehehe.

    Saya dulu juga kena pas hari Raya Idul Fitri, jadi ya waktunya seneng2 malah cuman bisa tiduran di kamar. 😦

    Tapi udah sembuh semua khan?!

  6. wulan May 8, 2008 at 9:17 am Reply

    #Tatas : Yah, penginnya sih jangan bareng2 gitu kenanya, lumayan repot soalnya 😉 tapi akhirnya toh kena semua juga 🙂
    Alhamdulillah sudah sembuh semua..

  7. ilham May 19, 2008 at 5:24 pm Reply

    Saya malah pernah kena waktu lagi PKL waktu masih umur 21 tahun. Merepotkan karena jauh dari keluarga dan teman….salam kenal ya Mbak

  8. wulan May 21, 2008 at 10:11 am Reply

    #ilham : salam kenal juga…

  9. ekosulis September 21, 2008 at 11:42 pm Reply

    assalaam bu romi;
    wah tetangga dekat saya sudah jadi satu keluarga yah; semoga jadi keluarga sakinah. (ingat smp 8/sma 1 semarang; -kita ex sana). salam silaturahmi kembali. tentang chicken pox; kita juga pernah kena waktu di nihon; tepatnya sekitar november 2006. orang sana sampe heran; sakit koq masih jalan-jalan; maklum cacarnya nggak disertai demam. alhamduliLlah sembuh juga disana. tetap semangat menulis. salam untuk pak romi beserta pasukannya.

  10. wulan September 22, 2008 at 8:16 pm Reply

    # ekosulis : waalaikumussalam wr wb, ini eko eks smp 8 juga ya…
    terimakasih, salamnya sudah disampaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: