Wabah Keropos

Bukan nama wabah suatu penyakit, tapi benar-benar wabah yang menyerang kami di Perumahan Purigading terutama di Vila Besakih. Awalnya dari perbincangan ringan ibu-ibu jamaah Majelis Taklim RT 03 setiap Jumat malam, selesai acara sambil menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah, Ibu tuan rumah meminta maaf kepada para tamunya karena keadaan rumah beliau yang banyak coretan di dinding hasil karya putri tercintanya. Permohonan maaf ini disambut anggukan maklum oleh ibu-ibu lainnya, lha wong keadaannya sama dengan di rumah mereka masing-masing 😉 …maklum perumahan baru, yang tinggal juga pasangan-pasangan muda yang anak-anaknya juga masih kecil-kecil. Akhirnya perbincangan merembet ke arah fisik bangunan rumah terutama mereka yang rumahnya masih asli bangunan dari pihak developer, belum mengalami renovasi. Dari tembok yang runtuh adonan pasir-semennya, kayu kusen yang keropos, kebocoran dari langit-langit karena karpus yang hancur, sampai retak-retak di dinding yang menakutkan tuan rumahnya.

Bukan rahasia lagi, bangunan fisik perumahan-perumahan yang sekarang banyak berdiri sangatlah buruk kualitasnya, terutama tipe Rumah Sederhana, dengan klasifikasi bangunan batako, serta kayu yg bermutu rendah. Rumah kami sendiri, kurang lebih 3 tahun berdiri, tidak luput mengalami wabah keropos ini. Yang paling parah adalah tembok yang runtuh sedikit demi sedikit, juga bocor akibat karpus yang keropos, kayu kusen kalau diketuk-ketuk berbunyi seperti kosong di dalamnya, kayaknya sih hanya tinggal menunggu waktu untuk hancur juga. Pintu-pintu kamar bentuknya gak simetris, bahkan ada yang gak bisa menutup sempurna, jadi gak bisa dikunci, akhirnya kami siasati dengan memasang gerendel sendiri. Tak ketinggalan lantai rumah yang gak rata pemasangan keramiknya. Bahkan rumah tetangga kami yang belum pernah ditinggali ambruk atap bagian belakangnya karena kayu penyangga gentengnya lapuk dan keropos dimakan rayap.

Gak habis pikir, baru 3 tahun berdiri, keadaan bangunan sudah sedemikian parah. Di mana kesalahannya? Memang sih, sejak pertama kali proses pembelian rumah, pihak developer telah memberikan klasifikasi material yang akan digunakan untuk membangun rumah, tapi di luar perkiraan kami, kerusakan akan sedemikian parahnya hanya dalam jangka waktu 3 tahun. Kecurigaan beralih ke pihak pelaksana pembangunan, bukan rahasia juga kalau keuntungan bisa diambil dengan manipulasi material dan kualitas bangunan. Gak mau suudzon deh….tapi kok ya tega-teganya, seandainya memang benar begitu. Maksudnya sih bukan tega ke pembeli rumah, tapi tega kepada diri sendiri dan keluarganya, lha wong cari uang kok dengan cara yang gak halal begitu 😉

Kalau para pembeli sih kayaknya sudah pada paham fenomena ini, makanya banyak yang memilih renovasi total bangunan, bangunan asli diambrukin, didirikan lagi bangunan baru…mubazir ya…but mau bagaimana lagi? Bagi yang berkantong cekak, mau gak mau harus rela menambal sulam bangunan dan berharap suatu saat bisa merenovasi bangunan rumahnya 😦

Advertisements

13 thoughts on “Wabah Keropos

  1. cakmoki May 18, 2007 at 5:52 pm Reply

    Kalo beli jadi kayaknya gitu ya. Moga dilimpahi rizqi barokah 🙂

  2. wulan May 19, 2007 at 4:00 am Reply

    # Cak Moki : Betul pak, tapi keuntungannya bisa mengangsur lewat BTN. Kalau mampu sih mending beli tanah dan bangun sendiri. Amiin…terimaksih doanya 🙂

  3. Andra May 21, 2007 at 1:08 am Reply

    Rumah2 KPR memang rata2 hampir semua begitu mbak. Di komplek saya juga begitu kok. Dulu waktu serah terima rumah, ada form isian utk mencentang mana aja yg kurang sempurna utk diklaim. Nah saya tantangin mandor yg menemani saya memeriksa kondisi rumah yg baru jadi tsb. Saya bilang: “Ini kalo setiap tembok yg kurang simetris, keramik yg ngga lurus masangnya, pintu yg mleyot, plafon melengkung, dll. kalo saya centang semua, kamu berani ngambrukin ini rumah dan ganti baru gak?”
    Mandornya dieeemmm aja kebingungan 😀 Yah akhirnya sambil nggrundel saya ttd serah terima tsb, dengan hanya sedikit centangan. Mo gimana lagi?
    Herannya itu, berani2nya ngasih form isian kayak gitu, antara lain opsinya “Siku tembok tidak simetris, Kusen tidak sejajar, dan sejenisnya.”

  4. dewi May 25, 2007 at 8:53 am Reply

    waduuhhh…..kalau gitu biaya rumahnya jadi membengkak ya mbak wulan?? inget inget, apato kita kan usianya dah puluhan taun ya mbak…tapi alhamdulillah nggak keropos cuma nggak kuat dani ama coro nya ajaa…
    semoga rumah mbak wulan bisa di renovasi secepatnya yaa…

  5. wulan May 28, 2007 at 10:22 am Reply

    # Andra : terus gimana dengan klaimnya mbak? diperbaiki gak? Kalau mereka ngasih form kayak gitu, berarti kita punya hak minta diganti dong ya…

    # Dewi : betul sekali. Apato yang dulu itu kita tinggal 7 tahun di sana gak pernah ada kerusakan bangunan. Amiin…doain aja ya..

  6. Agung May 30, 2007 at 6:29 pm Reply

    :bukankah
    ini seperti
    bisikan Penguasa Alam

    agar 2 putra dan 3 putri
    tahu sendiri
    ainul, haqqul yakin
    akan persoalan negeri
    yang mesti kita dandani

    :membuat mereka
    semakin banyak cita-cita

  7. wulan May 31, 2007 at 1:50 pm Reply

    #Agung : betul mas, bisa kita ambil hikmahnya ya…

  8. Andra June 8, 2007 at 9:55 am Reply

    Mbak Wulan, klaimnya waktu itu ya diperbaiki ‘semaunya’ developer. Saya hanya bisa menghela napas sambil bilang “Sabar…sabar…” hihihi…

  9. wulan June 8, 2007 at 1:16 pm Reply

    #Andra : Yo wis mbak kalo gitu mari kita sama-sama “sabar…sabar ” he..he..

  10. Enit June 27, 2007 at 1:08 am Reply

    Berarti emang enaknya beli tanah dan bangun sendiri ya mbak…..?
    Tapi ngumpilin duitnya itu lho…..bikin bongkok ha…ha….

  11. wulan June 27, 2007 at 8:23 am Reply

    #Enit : Ya itulah mbak Enit, kalau perumahan BTN, kita bisa kasih DP dan sisanya bisa dicicil. Kalau mau bangun rumah sendiri, ya harus nyiapin uangnya juga.
    Ngumpulin uang ?..pak Jayan post doc aja dulu kalau udah lulus, gak usah buru-buru pulang 😉

  12. […] Juli 20th, 2007 — Arief Fajar Nursyamsu Membaca tulisan Ibu Wulan tentang “Wabah Keropos“, saya kembali mengingatkan kepada Ray White Solo dan developernya (yang kebetulan berada di […]

  13. aribowo July 20, 2007 at 1:45 pm Reply

    ternyata cuma bagus kelihatannya aja ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: