<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ummu Irsyad Blog</title>
	<atom:link href="http://ummuirsyad.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummuirsyad.wordpress.com</link>
	<description>All about the mother&#039;s soul</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Dec 2011 19:05:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ummuirsyad.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ummu Irsyad Blog</title>
		<link>http://ummuirsyad.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ummuirsyad.wordpress.com/osd.xml" title="Ummu Irsyad Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ummuirsyad.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Belajar Berjiwa Besar</title>
		<link>http://ummuirsyad.wordpress.com/2011/02/02/belajar-berjiwa-besar/</link>
		<comments>http://ummuirsyad.wordpress.com/2011/02/02/belajar-berjiwa-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 03:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuirsyad.wordpress.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar tahun 2001-2003, saya sekeluarga masih berada di Saitama, Jepang, dalam rangka mengikuti suami yang tugas belajar di Saitama University. Pada saat itu kebetulan suami sedang diamanahi menjadi Ketua PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Jepang, sebuah organisasi yang memwadahi para pelajar/mahasiswa yang sedang belajar di Jepang. Di sela sela kegiatan perkuliahan yang padat, juga kegiatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=295&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2011/02/sakura.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-303" title="sakura" src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2011/02/sakura.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Sekitar tahun 2001-2003,  saya sekeluarga masih berada di Saitama, Jepang, dalam rangka mengikuti suami yang tugas belajar di Saitama University. Pada saat itu kebetulan suami sedang diamanahi menjadi Ketua PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) di Jepang, sebuah organisasi yang memwadahi para pelajar/mahasiswa yang sedang belajar di Jepang. Di sela sela kegiatan perkuliahan yang padat, juga kegiatan kegiatan luar kampus , serta 2 orang anak yg sudah terlahir <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> tak kalah tuk meminta perhatian, saya tahu benar bagaimana suami saya berusaha memberikan kemampuannya dengan maksimal untuk menjalankan amanah yang telah diterimanya.<span id="more-295"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai organisasi publik, PPI memiliki fasilitas milis (mailing list) sebagai sarana komunikasi antara pengurus dengan anggota, anggota dengan anggota PPI yang tersebar di seluruh penjuru daratan Jepang. Keanggotaan milis ini terbuka, bahkan untuk mahasiswa atau siapa saja yang tertarik akan info info tentang Jepang walaupun mereka tidak berdomisili di Jepang. Di milis, mereka bebas menyampaikan pendapat, usul, opini, kritik, saran, dsb.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu ketika, ada sebuah email di milis yang bernada agak sarkatis, bombastis, sadis dan mengiris <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> , intinya email tersebut mengritik kinerja pengurus PPI wa bil khusus suami saya sebagai ketua. Sebagai pendamping hidup sehari hari, yang juga sering diajak berdiskusi, saya tahu benar, segala yang dituduhkan orang tersebut dalam emailnya, sangat tidak benar. Entah mengapa, ada rasa tidak bisa menerima muncul di hati saya setelah membaca email tersebut. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengirim email secara pribadi kepada orang yang telah mengirimkan email tersebut. Dalam email tersebut saya tumpahkan kemarahan saya, bagaimana orang tersebut yang tidak tahu apa apa menuduhkan hal yang tidak benar kepada suami saya. Singkat kata, akhirnya si penulis email di email terakhirnya kepada saya menyampaikan permintaan maafnya atas apa yang di tuliskan dalam emailnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2011/02/leadership.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-304" title="leadership" src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2011/02/leadership.jpg?w=570" alt=""   /></a>Ketika suami saya tiba rumah, segera saya ceritakan kejadian tersebut secara lengkap. Tetapi di luar dugaan saya, dia malah mentertawakan saya. Mengatakan betapa sensitifnya saya. Dan membeberkan teori kepemimpinan, bahwa memang seperti itulah resiko menjadi pemimpin, harus siap dikritik atau bahkan dihujat. Justru kritik tersebut dapat menjadi masukan untuk membenahi kinerja pengurus. Karena yang namanya menerima amanah harus dilaksanakan dengan baik agar dapat memuaskan si pemberi amanah. Tidak perlu marah ketika menerima kritik, terima dengan lapang dada, kemudian introspeksi ke dalam. Seorang pemimpin harus berjiwa besar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak saat itu,mindset saya terhadap kritik menjadi berubah, walaupun mungkin sebagai wanita, yang namanya emosi kadang tetap maju lebih dulu. Tetapi paling tidak, jangan sampai melakukan tindakan tindakan bodoh yang bukannya memperbaiki keadaan,  tetapi malah memperburuknya. Prinsip tersebut fleksibel bukan hanya untuk seorang pemimpin sebuah organisasi saja, tetapi juga kepada diri kita sebagai pribadi. Karena seseorang pada prinsipnya adalah seorang pemimpin, paling tidak pemimpin bagi dirinya sendiri <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuirsyad.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuirsyad.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuirsyad.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuirsyad.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuirsyad.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuirsyad.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuirsyad.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuirsyad.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuirsyad.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuirsyad.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuirsyad.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuirsyad.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuirsyad.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuirsyad.wordpress.com/295/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=295&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuirsyad.wordpress.com/2011/02/02/belajar-berjiwa-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/603cce72a2881f7536a34b296a1bcf31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2011/02/sakura.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sakura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2011/02/leadership.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">leadership</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Recycle Baby&#8217;s Shop</title>
		<link>http://ummuirsyad.wordpress.com/2010/01/27/recycle-babys-shop/</link>
		<comments>http://ummuirsyad.wordpress.com/2010/01/27/recycle-babys-shop/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 17:01:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuirsyad.wordpress.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Tergelitik saat seorang teman bertanya kepada saya tentang pengalaman membelikan sepeda untuk anak pertama kali. Memang, semua yang berbau &#8220;pertama kali&#8221; bisa jadi adalah kenangan yang tak terlupakan Tersenyum sendiri, sambil mengingat saat pertama kali membelikan Mas Irsyad sepeda kecilnya, dulu, di Saitama &#8230;.. Jepang terkenal sebagai negara yang aktif menerapkan prinsip recycle (daur ulang). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=258&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2010/01/sepeda.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-268" title="sepeda" src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2010/01/sepeda.jpg?w=570" alt=""   /></a>Tergelitik saat seorang teman bertanya kepada saya tentang pengalaman membelikan sepeda untuk anak pertama kali. Memang, semua yang berbau &#8220;pertama kali&#8221; bisa jadi adalah kenangan yang tak terlupakan <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Tersenyum sendiri, sambil mengingat saat pertama kali membelikan Mas Irsyad sepeda kecilnya, dulu, di Saitama &#8230;..<span id="more-258"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2010/01/recycle-logo.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-269" title="recycle logo" src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2010/01/recycle-logo.jpg?w=570" alt=""   /></a>Jepang terkenal sebagai negara yang aktif menerapkan prinsip recycle (daur ulang). Sampah sampah dipisahkan. Sampah yang bisa didaur ulang akan mengalami proses daur ulang sehingga bisa dimanfaatkan kembali, misalnya seperti plastik, styrofoam, kaleng, kaca, alat elektronik, dll. Salah satu fenomena yang menarik, adalah toko daur ulang kebutuhan bayi atau recycle baby&#8217;s shop. Di toko ini, disediakan berbagai macam kebutuhan bayi dan anak anak, dari popok, botol, ember, hingga baju, mainan, dll. Tidak semua barang adalah barang bekas, ada juga yang masih baru tetapi tidak terpakai oleh pemiliknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2010/01/baby.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-271" title="baby" src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2010/01/baby.jpg?w=570" alt=""   /></a>Secara tidak sengaja, kami menemukan toko itu, tepat pada saat saya sedang hamil anak pertama. Toko itu baru saja dibuka, dikelola oleh sepasang suami istri muda warga negara Jepang yg telah memiliki 2 orang anak. Bagian bawah dari rumah berlantai dua itu dioperasikan menjadi toko, sedangkan bagian atasnya dipakai sebagai tempat tinggal. Sejak saat itu jadilah kami pasangan orang asing pelanggan pertamanya, yang selanjutnya menjadi pelanggan setianya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa pertimbangan yang membuat kami menjadikan toko ini sebagai salah satu tempat favorit dalam daftar tempat &#8221; hang out &#8221; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Harganya jauh di bawah harga baju bayi dan anak anak di supermarket</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di mana mana sudah jamak, harga baju dan perlengkapan anak biasanya lebih mahal dibanding dengan milik orang dewasa. Begitu pula di Jepang. Dengan adanya toko recycle tadi sangat membantu kami, para mahasiswa negara asing yang telah berkeluarga dan sedang menimba ilmu di Jepang serta mengandalkan biaya beasiswa untuk hidup tiap bulan. Fyi, beasiswa yang diperoleh mahasiswa asing bervariasi jumlahnya tergantung dari pendonornya. Ada yang mencukupi , ada pula yang masih kurang. Alhamdulillah, beasiswa yang diterima suami saat itu, cukup untuk kebutuhan kami, tapi dengan membeli perlengkapan bayi dan anak di toko recycle tadi,  bisa sedikit mengurangi pengeluaran, yang bisa digunakan pada pos pengeluaran lain yang belum terjatah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>2.  Usia baju bayi itu pendek</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa baju bayi memiliki jenis ukuran yang lebih banyak dibanding baju orang dewasa? Karena bayi berkembang sangat pesat. Baju bayi yang dipakai saat dia lahir, biasanya hanya akan bertahan selama sebulan, untuk selanjutnya harus diganti dengan ukuran selanjutnya. Padahal kebutuhan baju bayi baru lahir harus agak banyak, mengingat frekuensi kencing dan pup nya yang sering, dan banyaknya &#8220;kejadian di luar perkiraan&#8221;, contohnya muntah, basah air liur, dll mengakibatkan bayi harus sering diganti popok dan bajunya. Rasanya menjadi kemubaziran kami saat itu bila harus membeli semuanya serba baru, padahal hanya akan dipakai untuk beberapa waktu.</p>
<p><strong>3. Bekas bukan berarti tidak layak pakai</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Baju bekas. Mungkin bagi sebagian orang memandangnya sebelah mata, bahkan mencibirnya. Tetapi di Jepang, menjual barang bekas bahkan dijadikan event rutin. Mirip dengan &#8220;garage sale&#8221;, tapi dikoordinasi oleh panitia tertentu, dan diadakan di tempat fasilitas umum yang luas, seperti area parkir, stasiun dan taman taman. Biasanya disebut flea market. Yang menjual  adalah keluarga yang ingin &#8220;membuang&#8221; sebagian barangnya dari rumah, dan yang membeli pun kebanyakan adalah keluarga yang mencari barang dengan harga murah. Event ini bahkan menjadi semacam ajang rekreasi bagi keluarga. Bedanya toko recycle dengan flea market tadi, di toko recycle barang telah melalui proses sortir yang ketat serta proses &#8220;daur ulang&#8221; yaitu perawatan sebelum dijual kembali. Sehingga barang barang dijual di sana masih amat sangat layak untuk dipakai <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Sebagian barang malah ada yang masih baru, tetapi dengan harga yang jauh di bawah harga di supermarket.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Indonesia banyak  tempat  yang menjual barang barang bekas, tetapi sejauh yang saya tahu   tidak ada toko yang menjual  perlengkapan  bayi bekas. Mungkin karena di Indonesia masih menganut prinsip &#8220;lungsuran&#8221;, atau meregenerasi perlengkapan dan baju dari anak pertama ke berikutnya <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Kembali ke sepeda mas Irsyad. Sepeda mas Irsyad yang pertama kali pun dibeli di toko ini. Sampai akhirnya dia lancar naik sepeda tanpa roda tambahan, maka  Abi membelikan  sebuah sepeda yang baru sebagai hadiahnya . Yoku ganbatta ne Irsyad kun <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-274" title="irsyadsepeda" src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2010/01/irsyadsepeda.jpg?w=570" alt=""   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuirsyad.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuirsyad.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuirsyad.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuirsyad.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuirsyad.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuirsyad.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuirsyad.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuirsyad.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuirsyad.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuirsyad.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuirsyad.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuirsyad.wordpress.com/258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuirsyad.wordpress.com/258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuirsyad.wordpress.com/258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=258&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuirsyad.wordpress.com/2010/01/27/recycle-babys-shop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/603cce72a2881f7536a34b296a1bcf31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2010/01/sepeda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sepeda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2010/01/recycle-logo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">recycle logo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2010/01/baby.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">baby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2010/01/irsyadsepeda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">irsyadsepeda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>New Released in 2009 ! Mereka Yang Kusayang Part II</title>
		<link>http://ummuirsyad.wordpress.com/2009/11/09/new-released-in-2009-mereka-yang-kusayang-part-ii/</link>
		<comments>http://ummuirsyad.wordpress.com/2009/11/09/new-released-in-2009-mereka-yang-kusayang-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 16:47:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuirsyad.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, di tahun 2009 ini  ternyata Allah masih mempercayai kami akan amanah Nya, seorang bayi laki laki, setelah 3 kali berturut turut 3 bidadari cantik menghiasi rumah kami. Mujaddid Ilman Mahdan. Si nomor enam.  Dik Mahdan, lahir di RS Haji Jakarta pada tanggal 23 Juni 2009. Untuk ketiga kalinya dr. Dwi Rasyanti, SpOG membantu umi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=247&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-248" title="mahdan" src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2009/11/img_5780.jpg?w=150&#038;h=143" alt="mahdan" width="150" height="143" />Alhamdulillah, di tahun 2009 ini  ternyata Allah masih mempercayai kami akan amanah Nya, seorang bayi laki laki, setelah 3 kali berturut turut 3 bidadari cantik menghiasi rumah kami. <strong>Mujaddid Ilman Mahdan</strong>. Si nomor enam.  Dik Mahdan, lahir di RS Haji Jakarta pada tanggal 23 Juni 2009. Untuk ketiga kalinya dr. Dwi Rasyanti, SpOG membantu umi dalam proses persalinannya. Walaupun dengan agak susah payah, Alhamdulillah dik Mahdan lahir normal dengan berat badan  yang memecahkan rekor berat badan anak-anak umi lainnya, 4,5 kg ! subhanallah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Kali ini tanpa Abi di sisi umi, karena harus mengisi seminar di Semarang, umi ditemani tante Rina dan om Catur, terima kasih ya Om, tante  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Proses persalinan dik Mahdan tidak berlangsung lama, jam 1 pagi umi tiba di RS pada pembukaan 5, jam 2.45 lahirlah anak laki laki umi dan abi yang ganteng dan gagah ini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Seorang mujaddid, seorang pembaharu yang memiliki wawasan ilmu yang luas, itulah doa yg umi dan abi panjatkan di balik nama yang telah diberikan. Semoga Allah SWT mengabulkan doa abi dan umi..amiin. Welcome to the RSW family dik Mahdan &#8230;we love u !</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuirsyad.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuirsyad.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuirsyad.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuirsyad.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuirsyad.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuirsyad.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuirsyad.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuirsyad.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuirsyad.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuirsyad.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuirsyad.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuirsyad.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuirsyad.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuirsyad.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=247&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuirsyad.wordpress.com/2009/11/09/new-released-in-2009-mereka-yang-kusayang-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/603cce72a2881f7536a34b296a1bcf31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2009/11/img_5780.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">mahdan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibu Sudah Tidak Ada</title>
		<link>http://ummuirsyad.wordpress.com/2009/02/02/ibu-sudah-tidak-ada/</link>
		<comments>http://ummuirsyad.wordpress.com/2009/02/02/ibu-sudah-tidak-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 11:13:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuirsyad.wordpress.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini sebenarnya saya tulis untuk memenuhi ajakan Mbak Asma Nadia di facebooknya, untuk membuat buku tentang pengalaman menghadapi kematian orang yang dicintai. Tetapi, berhubung sudah terlalu lama ngendon di folder document laptop saya, akhirnya saya putuskan untuk mempublishnya di blog. Kami sekeluarga tinggal di Semarang, kota kecil ibukota Jawa Tengah yang berudara panas. Ayahku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=217&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Tulisan ini sebenarnya saya tulis untuk memenuhi ajakan Mbak Asma Nadia di facebooknya, untuk membuat buku tentang pengalaman menghadapi kematian orang yang dicintai. Tetapi, berhubung sudah terlalu lama ngendon di folder document laptop saya, akhirnya saya putuskan untuk mempublishnya di blog.<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-219" title="iluvumom1" src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2009/02/iluvumom1.jpg?w=570" alt="iluvumom1"   />Kami sekeluarga tinggal di Semarang, kota kecil ibukota Jawa Tengah yang berudara panas. Ayahku adalah seorang pegawai negeri di salah satu instansi Departemen  Keuangan. Ibuku seorang ibu rumah tangga sejati, tinggal di rumah, mengurus rumah dan anak-anak. Saat itu aku adalah anak ketiga dari 3 bersaudara. 2 orang kakak laki-lakiku, yang seorang 1 tahun dan seorang lagi 3 tahun lebih tua dariku. Kami adalah keluarga yang bahagia.<span id="more-217"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ibuku hanya seorang lulusan SLTA. Beliau adalah mantan pegawai RRI yang segera berhenti  bekerja setelah menikah. Menjahit dan memasak adalah hobinya. Waktu-waktu luangnya di rumah digunakannya dengan mengikuti kursus masak dan menjahit.  Baju-baju miliknya dan kami anak-anaknya sebagian besar adalah buah tangannya. Di saat-saat tertentu kue-kue kering dan  cake hasil olahannya terhidang di atas meja makan kami. Ibu juga yang mengantar anak-anaknya ke sekolah, mengajariku baca tulis dan membimbing kakak-kakakku belajar.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih terang dalam ingatanku, senyum gembiranya mengembang ketika pertama kali Ibu bisa menaiki motor Yamaha bebek berwarna merahnya. Sejak saat itu kami bertiga, sering dibonceng ibu ke mana-mana. Setiap pagi dan siang, dengan setia Ibu mengantar dan menjemput kami anak-anaknya ke sekolah. Pernah suatu saat, ketika mendadak aku harus mengikuti lomba senam di TK, menggantikan teman yang sakit, aku dan Ibu harus pontang-panting mencari seragam senam yang susah didapat di sembarang toko. Dengan dibonceng di atas motornya, akhirnya kami menemukan seragam yang dicari …pyuh lega sekali rasanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga suatu saat, kondisi kesehatan ibuku tidak menentu. Ketika itu aku kurang lebih berumur 5 tahun. Ibu mulai sering bolak balik ke rumah sakit. Aku tidak paham penyakit apa yang diderita ibu. Mungkin karena aku masih begitu kecil, sehingga tidak ada orang di rumah yang mau memberitahukan penyakit ibu. Kadang-kadang ibu harus menginap di rumah sakit, aku hanya bisa bertemu ketika diajak ayah membesuk ibu. Badan ibu makin kurus, rambutnya mulai rontok, kulitnya agak menghitam.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika berada di rumah, ibu banyak berbaring di tempat tidur. Tubuhnya semakin kurus, hingga tinggal tulang berbalut kulit. Bau yang kurang sedap samar-samar tercium dari kamarnya. Kalau hendak ke kamar mandi beliau harus dipapah. Kadang-kadang beliau juga pingsan, sehingga harus segera diciumkan wewangian untuk membuatnya sadar. Aku mengamati semua hal ini dan tak mengerti, apa sebenarnya yang sedang menimpa ibuku.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu aku berusia 7 tahun, baru saja menginjak kelas 1 SD. Ibu untuk kesekian kalinya kembali dirawat di rumah sakit. Untunglah di rumah ada bibiku, saudara sepupu ayah yang menemani dan melayani semua kebutuhanku dan kakak-kakakku. Suatu sore, ketika aku bersama teman-temanku sedang berada di masjid, menjelang maghrib, tiba-tiba bibiku datang dan mengajakku pulang ke rumah. Tidak ada penjelasan, hanya kata-kata harus segera pulang. Di rumah sudah ramai banyak orang, tetangga berdatangan, kursi-kursi  diatur, tenda dipasang. Di samping rumah didirikan bangku panjang dari bambu, di sebelahnya ada 2 drum besar berisi air yang diberi bunga. Semakin malam, semakin banyak tamu yang datang. Keluarga yang tinggal di Semarang satu persatu hadir, memelukku, yang masih belum mengerti apa yang terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjelang tengah malam, keheningan malam dipecahkan dengan suara sirene ambulans. Dan ambulans itu berhenti tepat di depan rumahku. Beberapa orang masuk ke dalam mobil, kemudian keluar sambil menggotong sesosok tubuh yang tertutup selimut putih. Di ruang tamu berkarpet, telah tergelar sehelai tikar dialasi kain batik yang sekelilingnya ditaburi bunga dan diberi wewangian, kemudian sesosok tubuh itu perlahan-lahan diletakkan di atasnya. Ayahku masih belum berada di rumah. Aku tidak bisa tidur karena banyaknya orang yang ada di rumah. Pertanyaan besar menggaung dalam hatiku, siapa sesosok tubuh yang diletakkan di atas kain batik itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak lama kemudian ayah sampai di rumah bersama beberapa orang di mobil. Setelah berpelukan dengan saudara saudara dan tetangga yang hadir, ayah mengajak kami, ketiga anak-anaknya ke dalam kamar, lalu beliau berbicara “ Ibu sudah meninggal, ibu sudah tidak ada” Kemudian ayah menggandeng kami ke ruang tengah, duduk di samping sesosok tubuh tertutup kain putih itu. Perlahan dibukanya selimut putih yang menutup bagian kepala, tampak wajah ibuku. Ibuku seperti sedang tidur, matanya terpejam, wajahnya putih pucat, mulutnya terkatup. Apakah maksud perkataan ayah bahwa ibu meninggal, ibu sudah tidak ada ? Bukankah ibu masih ada dan sedang tertidur di hadapan kami? Sambil mendengar orang yang mengaji di ruang tamu, malam itu aku tidur masih dengan sejuta tanya di benakku, sebenarnya apa yang terjadi dengan ibuku.</p>
<p style="text-align:justify;">Bangun pagi, di rumah masih banyak orang, saudara-saudara dari luar kota turut berdatangan. Seorang bibiku yang tinggal di Denpasar, Bali, memelukku erat sambil meneteskan air mata. Mengapa semua orang bersedih ? Kursi-kursi di luar rumah semakin dipenuhi banyak orang, teman-teman sekantor ayah yang aku kenal baik pun hadir. Hari ini aku tidak sekolah, begitu pula kedua kakakku. Tiba-tiba namaku dipanggil ayah, kemudian ayah mengajakku menuju deretan kursi di luar rumah, ada wajah yang sangat kukenal di sana, ternyata adalah guru kelasku ! Beliau segera memelukku, membisikkan kata-kata, yang tidak begitu aku dengar, kemudian beliau berbincang-bincang dengan ayah. Mengapa semua orang hadir di rumahku? Mengapa Bu Guruku tidak mengajar di kelas? Mengapa saudara-saudaraku bersamaan datang mengunjungi rumahku? Sejuta pertanyaan yang ingin kuteriakkan, tetapi orang-orang sepertinya sibuk mempersiapkan sesuatu yang tidak aku mengerti.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjelang siang, ayah kembali mengajak aku dan kakak-kakakku mendekati tubuh ibuku yang masih terbaring di ruang tamu. Dibukanya tutup yang menutupi wajah ibuku, tubuh ibu telah dipakaikan baju putih, ayah menyuruhku mencium wajah ibuku, kucium pipi kanan kiri ibuku. Kulitnya terasa dingin menyentuh bibirku. Mengapa ibu belum bangun padahal hari telah siang?</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak lama kemudian tubuh ibuku dimasukkan ke dalam sebuah usungan. Usungan itu kemudian ditutup dengan selembar kain hijau yang bertuliskan tulisan arab. Di luar ada seorang yang berbicara memakai pengeras suara, ternyata adalah pamanku, adik ayahku. Selesai pamanku berbicara beberapa orang saudaraku mengangkat usungan dan perlahan-lahan berjalan membawanya keluar rumah. Bibiku mengajak aku dan kakak-kakakku menuju usungan itu, kemudian dengan merunduk kami dibimbing bibi berjalan di bawah usungan di mana tubuh ibuku diletakkan tadi. 3 kali kami harus melakukan itu. Tentu saja dengan tambahan pertanyaan yang semakin memadati pikiranku.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlahan-lahan saudara-saudaraku yang menggotong usungan tadi berjalan meninggalkan rumah kami diikuti ayah, saudara-saudara yang lain serta tamu-tamu yang kebanyakan adalah laki-laki. Aku masih berdiri bersama bibiku. “Bi, Ibu mau dibawa ke mana?” tanyaku. “Ibu mau dibawa ke masjid, dik, habis itu akan dikuburkan di kuburan kampung kita’, jawab Bibi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kuburan. Tiba-tiba seperti ada kilat yang lewat di depan mataku setelah mendengar kata itu diucapkan bibiku.Kuburan, kami sangat mengenal tempat ini. Sering aku lewati ketika berangkat sekolah. Kata orang, yang tinggal di kuburan itu orang-orang yang tidur dan tidak bangun-bangun lagi. Kuburan itu akan menjadi tempat tinggalnya. Tidak bersama lagi dengan keluarganya. Dan ibuku akan menjadi salah satu orang yang tinggal di sana. Tidak bersama-sama kami lagi di rumah. Kesadaran itu menyentakkan hatiku. Menjawab semua pertanyaan yang kupendam sejak hari sebelumnya. Perlahan air mataku menetes, dan mulutku memanggil dengan lirih.. ‘Ibu’.. dan tiba-tiba seperti  air bah yang tidak bisa terbendung, tangis kerasku memecahkan keheningan suasana. Bibiku segera memelukku, pandangan semua orang tertuju kepadaku, pandangan iba dan sedih. Tapi usungan yang berisi tubuh ibuku itu tetap digotong menuju arah masjid dan kuburan.  Beberapa bibiku yang lain segera menghampiriku, membawaku ke dalam rumah, membujuk dan menghiburku.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignright size-full wp-image-221" title="rip" src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2009/02/rip.jpg?w=570" alt="rip"   />Di masa dewasaku, barulah kutahu. Ibuku menderita kanker serviks, kanker leher rahim. Penyakit menakutkan yang menjadi momok bagi kaum wanita. Ibuku harus menjalani terapi dan radiasi yang membuat rambutnya rontok dan menghitamkan kulit putihnya. Dan ketika tubuh ringkihnya tidak dapat lagi bertahan, maka beliaupun menyerah kepada takdir Nya, meninggalkan kami, suami dan ketiga orang anak yang dicintainya. Tak banyak yang terekam dalam memoriku kenangan bersama ibuku, karena saat itu aku masih seorang anak kecil, tetapi kenangan saat kematian ibuku adalah kenangan yang kuat melekat di benakku. Pada saat itu pertama kali aku paham akan hakikat kematian, yang selanjutnya akan banyak terjadi dalam kehidupanku, kematian orang-orang yang kucintai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuirsyad.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuirsyad.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuirsyad.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuirsyad.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuirsyad.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuirsyad.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuirsyad.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuirsyad.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuirsyad.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuirsyad.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuirsyad.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuirsyad.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuirsyad.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuirsyad.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=217&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuirsyad.wordpress.com/2009/02/02/ibu-sudah-tidak-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/603cce72a2881f7536a34b296a1bcf31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2009/02/iluvumom1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">iluvumom1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2009/02/rip.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enak di mana ?</title>
		<link>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/10/19/enak-di-mana/</link>
		<comments>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/10/19/enak-di-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 07:56:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuirsyad.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Setelah 7 tahun mendampingi suami studi di Jepang, tahun 2004 akhirnya kami sekeluarga kembali ke tanah air, membawa segala kenangan yang indah maupun sebaliknya, suka duka perjalanan hidup kami selama di Jepang. Sekian lama tinggal di negeri Sakura, negeri Matahari Terbit, salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh relasi, teman, saudara adalah : enakan mana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=51&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/japan.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/japan.jpg?w=570" alt="" title="japan"   class="alignleft size-full wp-image-153" /></a>Setelah 7 tahun mendampingi suami studi di Jepang, tahun 2004 akhirnya kami sekeluarga kembali ke tanah air, membawa segala kenangan yang indah maupun sebaliknya, suka duka perjalanan hidup kami selama di Jepang. Sekian lama tinggal di negeri Sakura, negeri Matahari Terbit, salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh relasi, teman, saudara adalah : enakan mana mbak? di Jepang atau Indonesia ? Hmmm &#8230; pertanyaan yang sulit. Jepang dan Indonesia adalah 2 negara yang memiliki banyak sekali perbedaan. Musim, adat istiadat, makanan, karakter manusia, dll. Saya akan coba menjawabnya di sini dengan membaginya menjadi 2 bagian, enak dan tidak enaknya tinggal di Jepang..<span id="more-51"></span></p>
<p><strong>Enaknya tinggal di Jepang</strong></p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/pembuangan-sampah1.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/pembuangan-sampah1.jpg?w=570" alt="" title="pembuangan-sampah1"   class="alignright size-full wp-image-166" /></a><strong>Bersih.</strong> Kesan pertama ketika menginjakkan kaki di Jepang, adalah bersih. Tidak ada sampah berserakan. Tong sampah disediakan hampir setiap 50 &#8211; 100 meter di sepanjang jalan. Sampah dipilah berdasaran beberapa kriteria, sampah dapur, sampah plastik, dll. Bahkan di supermarket di sediakan tong-tong sampah untuk berbagai jenis sampah, termasuk sampah kaleng minuman, styrofoam pembungkus makanan, koran/majalah, dll. Jadwal pembuangan sampah rumah tangga disusun sedemikian rupa hingga sampah tidak saling bercampur. Senin-kamis untuk sampah dapur. Selasa-Jumat untuk sampah kaleng, gelas, pet botol, yang bisa di daur ulang.</p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/truk-sampah.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/truk-sampah.jpg?w=570" alt="" title="truk-sampah"   class="alignleft size-full wp-image-156" /></a> Jangan sampai salah hari, karena sampah anda tidak akan diangkat oleh petugas sampah <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Tidak ada sampah yang mengotori sungai. Saluran air lancar, tidak tersumbat sampah. Nyaman sekali rasanya tinggal di lingkungan yang bersih.</p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/shinkansen.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/shinkansen.jpg?w=570" alt="" title="shinkansen"   class="alignright size-full wp-image-157" /></a>Moda transportasi utama di negara ini adalah kereta api listrik. Hampir di setiap kecamatan memiliki stasiun kereta api. Kereta api datang tepat waktu, jarang sekali terlambat, kecuali ada kasus-kasus tertentu. Bus yang hilir mudik di jalan-jalan kota adalah bus yang mengantar penumpangnya dari stasiun kereta satu ke stasiun kereta berikutnya. Berhenti secara teratur, sesuai jadwal di setiap halte bus yang dilaluinya.</p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/naik-sepeda.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/naik-sepeda.jpg?w=570" alt="" title="naik-sepeda"   class="alignleft size-full wp-image-159" /></a>Alat transportasi yang banyak digunakan,terutama untuk jarak dekat adalah sepeda. Saya sempat dibuat tertawa ketika melihat seorang bapak-bapak berpakaian jas lengkap berdasi tetapi mengendarai sepeda menuju stasiun <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Tidak heran bila di setiap supermarket, kampus, kantor, dll selalu disediakan tempat parkir khusus sepeda. Udara jauh dari polusi asap kendaraan bermotor. Tidak ada kemacetan. Tidak terdengar pula suara klakson mobil.</p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/antri-tiket.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/antri-tiket.jpg?w=570" alt="" title="antri-tiket"   class="alignleft size-full wp-image-173" /></a><strong>Disiplin.</strong>Orang Jepang memiliki karakter disiplin. Malu bila melanggar peraturan, bahkan peraturan yang tidak tertulis sekalipun, termasuk norma masyarakat. Segala sesuatu urusan, secara otomatis mereka selalu membentuk antrian. Di supermarket, di kantor kecamatan, di stasiun kereta api, dll. Naik eskalator, antrian berada di sebelah kiri, sebelah kanan diperuntukkan bagi mereka yang terburu-buru, hingga harus tetap berjalan di eskalator. Kehidupan terasa lebih teratur, tidak ada yang dirugikan karena tidak ada yang saling serobot. Asas keadilan sangat dijunjung, bahkan buat saya, orang asing yang numpang tinggal di sana. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/city-hall.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/city-hall.jpg?w=570" alt="" title="city-hall"   class="alignright size-full wp-image-176" /></a><strong>Clean goverment.</strong> Mengurus KTP (orang asing yg tinggal lama di jepang juga harus mempunyai KTP) sangat mudah, tidak ada istilah &#8220;uang pelicin&#8221;. Segala sesuatu yang memerlukan birokrasi, sangat dipermudah. Seorang anggota pemerintahan yang terkena skandal suap atau penggelapan pajak akan menerima sangsi yang sangat berat. Bahkan tidak jarang pula yang sampai bunuh diri karenanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Tidak enaknya tinggal di Jepang</strong></p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/fuyu-musim-dingin1.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/fuyu-musim-dingin1.jpg?w=570" alt="" title="fuyu-musim-dingin1"   class="alignleft size-full wp-image-179" /></a><strong>4 musim.</strong> Terbiasa dengan 2 musim, suhu udara yang tidak terlalu berubah sepanjang tahun di Indonesia, membuat saya sedikit kerepotan beradaptasi dengan perubahan iklim dan cuaca 4 musim. Dengan berubahnya musim, maka berubah pula assesoris rumah tangga, ketika musim panas tiba karpet-karpet digulung, pemanas ruangan disimpan, baju-baju tebal ditumpuk rapi di kontainer, baju-baju yg lebih tipis dikeluarkan. Selimut-selimut tebal dilipat, selimut tipis dikeluarkan, topi wool dan sarung tangan disimpan, payung musim panas disiapkan. Begitu pula sebaliknya ketika musim dingin tiba.</p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/baju-musim-dingin.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/baju-musim-dingin.jpg?w=570" alt="" title="baju-musim-dingin"   class="alignright size-full wp-image-180" /></a>Yang paling merepotkan adalah ketika akan bepergian di musim dingin. Ketika suhu udara sangat rendah, paling tidak 3 lapis pakaian harus dipakai. Memakaikan 3 lapis pakaian kepada (3 orang) anak-anak tidaklah mudah, bagi mereka pun sangat tidak nyaman. Persiapan menjelang keberangkatan, bisa menjadi ajang adu urat syaraf antara saya dan anak-anak <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/taifu.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/taifu.jpg?w=570" alt="" title="taifu"   class="alignleft size-full wp-image-182" /></a>Di Jepang sering terjadi gempa dan badai angin topan (taifu). Selama masa tinggal kami di sana, Alhamdulillah tidak terjadi gempa dengan kekuatan besar, yang sering adalah gempa berkekuatan kecil , yang membuat lampu gantung di langit-langit sedikit bergoyang. Taifu, bergantian &#8220;mengunjungi&#8221; Jepang menjelang musim gugur. Saking banyaknya, diidentifikasi dengan penomoran. Jadi ada taifu no 1, no 2 dst.</p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/gempa-bumi-jpn.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/gempa-bumi-jpn.jpg?w=570" alt="" title="gempa-bumi-jpn"   class="alignright size-full wp-image-183" /></a>Datangnya taifu dan juga badai salju di musim dingin, kadang melumpuhkan aktivitas di seluruh Jepang. Pada saat itu sekolah-sekolah dan perkantoran diliburkan. Alhamdulillah, saya  (dan kita semua &#8230;tentunya) sangat merasa bersyukur bisa tinggal di Indonesia. Dengan 2 musimnya sepanjang tahun. Dengan hanya 2 musim ini, sudah seharusnya kita menjadi bangsa yang lebih produktif bukan ? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/hiragana3.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/hiragana3.jpg?w=570" alt="" title="hiragana3"   class="alignleft size-full wp-image-185" /></a><strong>Nihonggo.</strong> Bahasa Jepang. Berbeda dengan bahasa Inggris, bahasa Jepang memiliki 3 komponen yang harus dikuasai bagi yang mempelajarinya. Menulis huruf, membacanya dan artinya. Selain itu ada 3 jenis huruf dalam bahasa Jepang : hiragana, katakana dan kanji. Suami saya, yang dulu adalah mahasiswa yang menggunakan pengantar bahasa Jepang di perkuliahannya, membutuhkan waktu belajar bahasa Jepang intensif selama 1 1/2 tahun. 6 bulan di Indonesia dan 1 tahun di Jepang, itupun masih belum cukup katanya <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/katakana.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/katakana.jpg?w=570" alt="" title="katakana"   class="alignright size-full wp-image-186" /></a>Orang Jepang kurang begitu familiar dengan bahasa Inggris. Bahasa Inggris yang dipakai pun tidak diucapkan dan ditulis sesuai dengan bahasa aslinya, tetapi dengan &#8221; di -Jepang &#8221; kan. Misalnya kata &#8220;love&#8221; akan dituliskan dalam huruf katakana dan diucapkan dengan lafal &#8221; rabu&#8221;, karena dalam bahasa Jepang tidak dikenal huruf l dan v. Jadi bagi anda yang mahir berbahasa Inggris, siap-siap untuk menelan pil pahit ketika mengajak ngobrol orang Jepang dengan bahasa Inggris. Tips terbaik bagi yang akan belajar atau bekerja di Jepang adalah : Pelajari Bahasa Jepang !! <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/huruf-kanji.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/huruf-kanji.jpg?w=570" alt="" title="huruf-kanji"   class="alignleft size-full wp-image-187" /></a>Karena tidak pernah mengikuti kursus bahasa Jepang sebelumnya, waktu-waktu luang saya di rumah (sambil nunggu suami pulang dari kampus gituh..) saya gunakan untuk mempelajari bahasa Jepang. Menggunakan buku-buku pelajaran bahasa Jepang suami, saya buat kartu-kartu yang saya tuliskan satu persatu huruf hiragana dan katakana. Saya hafalkan cara menulisnya &amp; menghafal kosa katanya. Kalau banyak teman-teman yang mengakses channel TV program Internasional berbahasa Inggris, saya justru menonton channel tv lokal yang berbahasa Jepang, sehingga telinga  saya familiar dengan ucapan, frase dan kosa katanya. Untuk huruf kanji, saya lebih memilih metode menghafal perhurufnya, karena untuk menghafal cara menulisnya &#8230; susyah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Huruf Kanji ada kurang lebih 1000 huruf lho. Tidak lupa saya sangat banyak memperoleh bantuan dari suami tersayang, yang sangat mensupport saya untuk menguasai bahasa Jepang, walaupun kadang2 terkesan &#8220;tega&#8221; banget <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> Alhamdulillah, kemampuan bahasa Jepang saya meningkat, sehingga untuk urusan ke dokter, ke sekolah anak-anak maupun urusan-urusan rumah tangga lainnya tidak lagi tergantung kepada suami.</p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/japanese-food.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/japanese-food.jpg?w=570" alt="" title="japanese-food"   class="alignleft size-full wp-image-189" /></a><strong>Makanan.</strong> Sebenarnya masakan Jepang termasuk masakan yang bisa dinikmati oleh semua orang. Bumbu-bumbunya tidak terlalu kental, pengolahannya sederhana, bahan-bahan yang dipakai juga tidak &#8220;nganeh-anehi&#8221;. Tetapi bagi kaum Muslim, harus berhati-hati bila hendak menyantap masakan Jepang yang banyak ditawarkan di warung makan, restoran atau yang dijual di Supermarket. Bangsa Jepang penyuka daging babi. Tidak hanya berupa daging, lemak dan organ-organ tubuh lainnya pun dimanfaatkan dalam pengolahan makanan. Daging sapi, ayam, dll tidak disembelih berdasarkan syariat Islam. Alhamdulillah, banyak toko-toko halal (Halal Food) yang dikelola orang Muslim (kebanyakan dari Pakistan dan Bangladesh) yang menyediakan daging dan makanan halal. Sebagian besar orang Jepang penyuka minuman keras, yang terkenal adalah sake. Tidak hanya untuk diminum, tapi juga dimasukkan ke dalam masakan sebagai pelengkap bumbu masakan.</p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/halal-food.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/halal-food.jpg?w=570" alt="" title="halal-food"   class="alignright size-full wp-image-190" /></a>Makanan atau masakan Jepang yang dapat dikonsumsi kaum Muslim pada umumnya yang berasal dari olahan produk laut, seperti ikan, udang, cumi , dll. Dengan catatan, bumbu yang digunakan bebas dari bahan yang haram, misalnya sake (arak beras), mirin (arak merah), dll. Ketika ingin membeli produk makanan Jepang, harus diteliti terlebih dahulu genzairyo (ingridient/kandungan bahan) dalam makanan. Yang kesulitan membaca huruf Jepang, Islamic Centre di Jepang biasanya mengeluarkan list haram (Haram list) dalam huruf Jepang. Serta mengeluarkan pula list makanan halal (Halal list), produk makanan yang aman untuk dikonsumsi dengan terlebih dahulu mengadakan survey ke produsen.</p>
<p align="justify">Hikmah yang saya dapatkan dengan sulitnya mencari makanan halal di Jepang, saya menjadi rajin memasak <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Penyakit paling parah yang menghinggapi setiap orang yang tinggal di luar negeri adalah kangen dengan masakan/jajanan tanah air <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Bakso, siomay, bubur ayam, lontong sayur, dll, membuat mimpi malam saya ketika ngidam di kehamilan pertama adalah bermimpi makan di tempat-tempat jajanan favorit saya <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Akhirnya mau tidak mau harus memasak sendiri, bahkan berawal dari situ, saya sering mendapat pesanan untuk memasak masakan Indonesia dari teman-teman yang lain <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Sesungguhnya kehidupan ini akan lebih bermakna ketika dapat mengambil hikmah dari kesulitan-kesulitan hidup yang kita alami. Lebih dari itu apabila kita dapat mensyukurinya. Karena sebenarnya suatu kesulitan, cobaan, musibah itu juga merupakan suatu nikmat dari Allah SWT agar hamba-hamba Nya dapat menjadi hamba yang bersyukur. Ingat selalu janji Allah SWT :</p>
<p align="justify"><em>&#8221; Dan ingatlah juga, tatkala Tuhanmu mema&#8217;lumkan : &#8221; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni&#8217;mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni&#8217;mat-Ku), maka sesungguhnya azab Ku sangat pedih &#8221; (QS Ibrahim : 7)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuirsyad.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuirsyad.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuirsyad.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuirsyad.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuirsyad.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuirsyad.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuirsyad.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuirsyad.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuirsyad.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuirsyad.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuirsyad.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuirsyad.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuirsyad.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuirsyad.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=51&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/10/19/enak-di-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/603cce72a2881f7536a34b296a1bcf31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/japan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">japan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/pembuangan-sampah1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pembuangan-sampah1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/truk-sampah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">truk-sampah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/shinkansen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">shinkansen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/naik-sepeda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">naik-sepeda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/antri-tiket.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">antri-tiket</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/city-hall.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">city-hall</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/fuyu-musim-dingin1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fuyu-musim-dingin1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/baju-musim-dingin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">baju-musim-dingin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/taifu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">taifu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/gempa-bumi-jpn.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gempa-bumi-jpn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/hiragana3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hiragana3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/katakana.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">katakana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/huruf-kanji.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">huruf-kanji</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/japanese-food.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">japanese-food</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/halal-food.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">halal-food</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sabishii</title>
		<link>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/09/11/sabishii/</link>
		<comments>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/09/11/sabishii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 20:37:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuirsyad.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Kesepian. Mungkin lebih tepatnya lagi adalah rasa kehilangan akan sesuatu yang biasa kita lakukan, kita temui, kita rasakan. Banyak kan yang punya perasaan seperti ini? Ada yang sabishii karena ditinggal suami ke luar kota atau karena ditinggalkan seorang sahabat dekat, mungkin juga karena sedang patah hati. Tapi saya bukan lagi patah hati lho Sekali lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=60&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/love.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/love.jpg?w=570" alt="" title="love"   class="alignleft size-full wp-image-103" /></a>Kesepian. Mungkin lebih tepatnya lagi adalah rasa kehilangan akan sesuatu yang biasa kita lakukan, kita temui, kita rasakan. Banyak kan yang punya perasaan seperti ini? Ada yang sabishii karena ditinggal suami ke luar kota <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  atau karena ditinggalkan seorang sahabat dekat, mungkin juga karena sedang patah hati. Tapi saya bukan lagi patah hati lho <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Sekali lagi saya merasakan sabishii, karena tiba waktunya menyapih si kecil berhenti minum ASI. Kenapa sabishii sih?<span id="more-60"></span></p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/bird-and-eggs.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/bird-and-eggs.jpg?w=570" alt="" title="bird-and-eggs"   class="alignright size-full wp-image-106" /></a>Ikatan batin seorang ibu dan anaknya telah terjalin sejak tumbuhnya sebuah kehidupan baru dalam rahim ibu. Normalnya, sejak pertama mengetahui adanya janin yang tumbuh dalam rahimnya, maka hormon kasih sayang ibu akan mulai berkerja, kecuali kasus-kasus tertentu, wallahu alam. Bagai seekor burung yang sedang mengerami telurnya, seorang ibu yang sedang mengandung janinnya, akan setia memberikan kehangatan cintanya. Menjaganya dari segala mara bahaya. Berhati-hati dalam segala tindakannya, memperhatikan asupan gizi makanannya, sehingga yang terbaiklah yang akan diterima oleh makhluk hidup baru dalam rahimnya. Sungguh Maha Besar Allah yang telah menciptakan mekanisme kehamilan pada diri wanita, sehingga janin bakal manusia yang masih sedemikian rapuh, berlindung aman di dalam kantung gestasi dalam  rahim seorang wanita. Air ketuban yang melingkupinya memberinya kehangatan, menjadi tameng dari gerakan yang membahayakannya. Tali pusat yang menghubungkannya dengan placenta, menjadi sumber kehidupannya selama di dalam alam kandungan. Apa yang dimakan ibu, itu pula yang akan diasup oleh janinnya.</p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/crying.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/crying.jpg?w=570" alt="" title="crying"   class="alignleft size-full wp-image-108" /></a>Selama proses kehamilan yang mencapai 9 bulan 10 hari itu, terjadi interaksi mendalam antara ibu dan janinnya. Berenang dalam kubangan air ketuban di dalam rahim, bukan berarti janin tidak mendengar atau merasakan. Setiap perubahan emosi ibu akan berpengaruh terhadap psikologis janin kelak di kemudian hari. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi ibu  yang sedang hamil untuk menjaga kestabilan emosinya. Sungguh ada perasaan yang tidak terlukiskan, ketika merasakan janin bergerak untuk pertama kalinya. Ketika tangan ibu mengelus perutnya, maka si janin akan bereaksi. Ketika ibu sedang bekerja, berjalan ke sana ke mari, maka si janin akan tidur tenang seakan-akan dibuai dalam ayunan. Saat ibunya merebahkan tubuhnya untuk beristirahat, si janin akan memberontak, terbangun dari tidurnya, buai aku lagi ibu ! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Tiba saatnya melahirkan. Tak henti-hentinya mulut ibu menyenandungkan doa, akan keselamatan bayinya, tak pernah terpikirkan keselamatan dirinya sendiri. Waktu demi waktu, ketika kontraksi itu datang, semakin lama semakin cepat, semakin lama semakin nyeri. Dan ketika hasrat keduanya untuk saling bertemu telah menyatu, kepala&#8230;.pundak&#8230;badan&#8230;dan akhirnya lengkaplah sesosok bayi itu muncul di dunia. Tangis kedinginannya, kencang, bagaikan musik yang indah. Alhamdulillah, selamat datang di dunia anakku&#8230;</p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/mother-and-her-baby.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/mother-and-her-baby.jpg?w=570" alt="" title="mother-and-her-baby"   class="alignright size-full wp-image-110" /></a>Ketika tali pusat dipotong, maka selesai pula periode alam kandungan bagi keduanya. Apakah ikatan itu juga terputus? Tidak. Sekali lagi Allah menunjukkan kebesarannya. Dengan keluarnya janin dari rahimnya, maka saat itu hormon kasih sayang ibu berpindah ke kedua sumber kehidupan bagi bayinya. Perlahan-lahan air kehidupan itu mengalir, mendesak-desak, menunggu sebuah mulut mungil yang akan menghisapnya. Dan ketika kedua anak beranak itu dipertemukan kembali, ketika mulut mungil itu perlahan-lahan mencoba menghisap sari kehidupan, saat itulah tersambung kembali ikatan keduanya yang beberapa saat lalu sempat terputus.</p>
<p align="justify">Tiada henti kita memuji kebesaran Allah. Mekanisme menyusui ini menjadi pola interaksi yang dahsyat, tiada duanya di dunia. Tiada kedekatan hubungan yang dapat menandingi kedekatan seorang ibu ketika menyusui anaknya. Kontak tubuh, menjadikan si bayi familiar dengan bau tubuh ibunya. Sebulan pertama dalam kekaburan pandangan matanya, bau tubuh ibunya menjadi obat yang manjur mengobati kegelisahan hatinya. Kontak mata, tanpa kata-kata, tetapi menyiratkan sejuta makna. Sedih, senang, sayang, dan sejuta bentuk emosi lainnya tersirat dalam pancaran mata. Ketenangan, kasih sayang, kedamaian seorang bayi mungil dan lemah diperolehnya dalam dekapan dada ibunya.</p>
<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/mother-holding-child-hand.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/mother-holding-child-hand.jpg?w=570" alt="" title="mother-holding-child-hand"   class="alignleft size-full wp-image-111" /></a>2 tahun, dan akhirnya anak memasuki fase baru dalam hidupnya. Siap menjadi seorang yang mandiri. Pada fase ini, hormon kasih sayang ibu akan berpindah kepada lembut tutur katanya, pelukan hangatnya,  genggaman tangannya, menuntun anaknya menjadi makhluk Tuhan seutuhnya. Sabishii, karena tidak ada lagi yang menggelayut manja di dadanya. Sabishii karena mata kecil itu tidak lagi lama tertancap di matanya. Sabishii karena tangan mungil itu tidak lagi membelai pipinya saat ada dalam dekapan dadanya.Tapi kasih sayang ibu akan tetap menemani setiap langkah sang anak dalam menapaki kehidupan ini.</p>
<p align="justify">“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan, dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma&#8217;ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah: 233).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuirsyad.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuirsyad.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuirsyad.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuirsyad.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuirsyad.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuirsyad.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuirsyad.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuirsyad.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuirsyad.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuirsyad.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuirsyad.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuirsyad.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuirsyad.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuirsyad.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuirsyad.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuirsyad.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=60&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/09/11/sabishii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/603cce72a2881f7536a34b296a1bcf31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/love.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">love</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/bird-and-eggs.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bird-and-eggs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/crying.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">crying</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/mother-and-her-baby.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mother-and-her-baby</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/mother-holding-child-hand.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mother-holding-child-hand</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>What is in the name</title>
		<link>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/08/17/what-is-in-the-name/</link>
		<comments>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/08/17/what-is-in-the-name/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 04:35:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuirsyad.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin maksud Anda adalah: sulistiani wulandari. Kalimat itulah yang akan muncul ketika saya tuliskan nama lengkap saya ke dalam kotak search Google. Sejak pertama kali masuk sekolah, SD,SMP,SMA hingga kuliah, kesalahan pengucapan atau penulisan nama, sudah biasa saya alami. Ketika guru atau dosen mengabsen, kerap kali saya menyampaikan ralat atas pengucapan nama saya yang salah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=34&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/my-name-is.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/my-name-is.jpg?w=570" alt="" title="my-name-is"   class="alignright size-full wp-image-121" /></a>Mungkin maksud Anda adalah: sulistiani wulandari. Kalimat itulah yang akan muncul ketika saya tuliskan nama lengkap saya ke dalam kotak search Google. Sejak pertama kali masuk sekolah, SD,SMP,SMA hingga kuliah, kesalahan pengucapan atau penulisan nama, sudah biasa saya alami. Ketika guru atau dosen mengabsen, kerap kali saya menyampaikan ralat atas pengucapan nama saya yang salah. Sulistiani, dalam bahasa Jawa berarti indah/keindahan, adalah nama yang umum digunakan bagi anak perempuan. Sulihtiani, kata pertama dari dua kata yang membentuk nama saya memang terasa aneh didengar telinga <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Tidak heran bila Google mempertanyakan kebenarannya, karena ketidaklazimannya digunakan. Di usia di mana saya mampu dengan benar menuliskan nama lengkap saya, kepada orang tua tidak lupa saya tanyakan arti dari nama itu.<span id="more-34"></span></p>
<p align="justify">Namamu itu dulu eyang putri yang memberikan, demikian jawab ayah saya. <em>Sulih</em> itu artinya tukar. Bersamaan dengan kelahiranmu di rumah sakit dulu, lahir pula seorang bayi perempuan dari keluarga lain. Saat itu, hampir saja engkau terbawa pulang oleh keluarga itu akibat salah mengambil bayi dari boksnya. Sedangkan <em>wulandari</em>, itu artinya bulan purnama, karena engkau lahir bersamaan dengan sang bulan sedang penuh memancarkan sinarnya. Jadi bila digabungkan, arti dari namamu adalah : anak perempuan yang lahir saat bulan purnama, dan hampir saja tertukar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Peristiwa hampir tertukarnya saya ketika bayi dulu, boleh jadi bagi eyang putri adalah peristiwa besar sehingga perlu beliau abadikan menjadi sebentuk kata yang menempel pada kata lain yang mengabadikan pula suatu peristiwa yang hanya terjadi setiap bulan sekali, yaitu bulan purnama, dan jadilah sebuah nama yang sekarang saya sandang.</p>
<p align="justify">Untuk anak-anak kami, nama yang kami pilihkan bagi mereka adalah sebuah doa. Doa kepada Sang Pencipta agar anak-anak kami dapat menjadi seorang sebagaimana arti dari nama yang kami berikan bagi meraka.</p>
<p align="justify"><strong>Abdurrahman Yusuf Irsyad</strong>,  hamba Allah yang memiliki hati yang pengasih, memiliki akhlak yang dimiliki Nabi Yusuf AS, serta selalu memperoleh petunjuk dari Allah SWT.<br />
<strong>Abdussalam Faqih Hasan</strong>, hamba Allah yang dapat memberikan ketenangan dan ketentraman bagi sesamanya, seorang yang berilmu dan berakhlak baik.<br />
<strong>Salsabila Yuka Izzatunnisa</strong>, anak yang dapat menjadi sumber mata air kebahagiaan bagi kedua orang tuanya, seorang wanita yang bagaikan bunga, selalu menjaga harga diri dan kehormatannya.<br />
<strong>Nadhifah Laila Ramadhani</strong>, anak yang memiliki akhlak yang bersih, dan di malam kelahirannya mendapat berkah agungnya bulan Ramadhan.<br />
<strong>Naura Azka Sadidah</strong>, anak yang akan tumbuh bagaikan sekuntum bunga, mempunyai akhlak yang baik dan memiliki kemauan untuk selalu menjadi lebih baik.</p>
<p align="justify">Ya Allah, kabulkanlah doa kami&#8230;amiin ya rabbal aalamiin&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuirsyad.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuirsyad.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuirsyad.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuirsyad.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuirsyad.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuirsyad.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuirsyad.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuirsyad.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuirsyad.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuirsyad.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuirsyad.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuirsyad.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuirsyad.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuirsyad.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuirsyad.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuirsyad.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=34&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/08/17/what-is-in-the-name/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/603cce72a2881f7536a34b296a1bcf31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/my-name-is.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">my-name-is</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Busyro : Naik Kelas dan Khitan</title>
		<link>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/07/09/busyro-naik-kelas-dan-khitan/</link>
		<comments>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/07/09/busyro-naik-kelas-dan-khitan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 15:08:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuirsyad.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada alasan untuk tidak menulis, itu dogma yang sering dilontarkan oleh suami tersayangdi rumah. Tapi apa daya, keinginan menulis kadang harus mengalah oleh kesibukan-kesibukan saya di rumah. Lebih lagi, saya termasuk tipe yang membutuhkan waktu dan ruang yang comfortable untuk menulis, dan itu sangat jarang saya bisa dapatkan. Berbeda dengan membaca, yang bisa dilakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=31&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/good-news1.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/good-news1.jpg?w=570" alt="" title="good-news1"   class="alignleft size-full wp-image-119" /></a>Tidak ada alasan untuk tidak menulis, itu dogma yang sering dilontarkan oleh <A href="http://romisatriawahono.net/">suami tersayang</A>di rumah. Tapi apa daya, keinginan menulis kadang harus mengalah oleh kesibukan-kesibukan saya di rumah. Lebih lagi, saya termasuk tipe yang membutuhkan waktu dan ruang yang comfortable untuk menulis, dan itu sangat jarang saya bisa dapatkan. Berbeda dengan membaca, yang bisa dilakukan dalam keadaan yang kurang comfortable sekalipun. Itulah sebabnya, frekuensi saya menulis di blog mungkin tidak bisa menyamai blogger lain yang produktif menulis di blognya.<span id="more-31"></span></p>
<p align="justify">Ngomong-ngomong tentang kesibukan di rumah, bulan Juni-awal Juli ini kesibukan di rumah melebihi hari-hari biasanya. Diawali pada awal Juni yang lalu, Irsyad dan Hasan harus menghadapi ulangan formatif terakhir di semester 2 ini, dilanjutkan dengan final exam alias ulangan kenaikan kelas. Sebenarnya Irsyad dan Hasan sendiri terkesan santai menghadapi ujian-ujian itu, justru umminya yang jadi senewen melihat anak-anaknya yang nyantai <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="justify">Alhamdulillah, dalam kondisi badan yang sehat anak-anak dapat melewati ujian kenaikan kelas dengan baik. Dan hasilnya, senyum cerah menghiasi wajah umi ketika datang ke sekolah mengambil raport <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Alhamdulillah, Irsyad dan Hasan naik kelas dengan nilai yang cukup memuaskan. Irsyad naik kelas 4 dan Hasan naik kelas 2.</p>
<p align="justify">Tiba saatnya liburan akhir tahun ajaran. Mengingat tidak ada agenda khusus untuk liburan keluarga, untuk memaksimalkan masa liburan, pada hari Selasa 1 Juli 2008, 2 orang anak laki-laki ummi dan abi telah memenuhi kodratnya sebagai laki-laki sesuai dengan syariat Allah SWT yaitu berkhitan. Meja makan di rumah yang telah disulap menjadi meja operasi menjadi tempat pelaksanaannya. Agak sedikit &#8220;heboh&#8221; ketika giliran pertama, Irsyad, dan &#8220;sangat tenang&#8221; ketika giliran kedua, Hasan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  2 jam, dan selesailah operasi kecil yang dilakukan di ruang keluarga rumah kami. Alhamdulillah, berjalan lancar, dan sekarang Irsyad dan Hasan dalam pemulihan pasca operasi. Untuk seluruh keluarga, handai taulan, tetangga dan teman-teman, terima kasih atas doa-doanya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuirsyad.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuirsyad.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuirsyad.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuirsyad.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuirsyad.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuirsyad.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuirsyad.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuirsyad.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuirsyad.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuirsyad.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuirsyad.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuirsyad.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuirsyad.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuirsyad.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuirsyad.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuirsyad.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=31&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/07/09/busyro-naik-kelas-dan-khitan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/603cce72a2881f7536a34b296a1bcf31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/good-news1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">good-news1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muslimah Jepang Itu&#8230;</title>
		<link>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/04/18/muslimah-jepang-itu/</link>
		<comments>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/04/18/muslimah-jepang-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 06:25:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuirsyad.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari di Masjid Otsuka, Tokyo, Jepang, selesai mengikuti majelis taklim khusus muslimah, saya bercakap-cakap dengan seorang muslimah Jepang, sebut saja namanya Fulanah. Percakapan kami dimulai dengan pernyataan Fulanah kepada saya : “ Wulan san, saya iri lho kepada saudara-saudara muslimah dari Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Malaysia dan negara-negara Islam lainnya. Mereka telah memeluk Islam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=30&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/muslimah2.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/muslimah2.jpg?w=570" alt="" title="muslimah2"   class="alignleft size-full wp-image-115" /></a>Pada suatu hari di Masjid Otsuka, Tokyo, Jepang, selesai mengikuti majelis taklim khusus muslimah, saya bercakap-cakap dengan seorang muslimah Jepang, sebut saja namanya Fulanah. Percakapan kami dimulai dengan pernyataan Fulanah kepada saya : “ Wulan san, saya iri lho kepada saudara-saudara muslimah dari Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Malaysia dan negara-negara Islam lainnya. Mereka telah memeluk Islam sejak lahir. Sejak kecil telah diajarkan nilai-nilai Islam. Telah beribadah sepanjang hidupnya. Fasih membaca Al Qur’an. Tentu mereka telah memperoleh pahala yang sangat banyak atas segala ibadah dan amal yang telah dilaksanakannya&#8221;.<span id="more-30"></span></p>
<p align="justify">&#8221; Sedangkan saya, baru berislam beberapa tahun yang lalu, sebelum itu saya banyak melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan nilai Islami. Minum khamr, makan daging babi, dan lain-lain. Lidah saya terlalu kaku ketika belajar membaca Al Qur’an. Hafalan surat-surat saya tidak banyak, dan bacaannyapun mungkin banyak yang salah.Bagaimana saya dapat mengejar ketinggalan dari saudara muslimah yang lain? &#8220;</p>
<p align="justify">Sebentar saya tertegun dan termenung mendengar ucapan Fulanah tadi, tak tahu harus berkata. Kemudian pelan-pelan saya coba menjawabnya : “Fulanah san, justru sebaliknya kami lah –saudara muslimah- yang kausebut tadi yang patut iri kepada anda. Anda memperoleh hidayah Islam dari Allah SWT,menjadi seorang mualaf. Dilahirkan kembali, suci seperti layaknya bayi yang baru lahir dari rahim ibunya. Dan Anda menyambut anugerah Allah SWT tadi dengan hati yang tunduk dan tekat yang kuat menerima segala ketentuan dan hukum Allah SWT tanpa perbantahan sedikitpun. Kebiasaan-kebiasaan yang lalu segera anda tinggalkan, ibadah anda lakukan dengan komitmen yang tinggi, shalat tepat waktu, zakat tidak pernah kurang, puasa penuh bahkan ibadah haji pun telah anda laksanakan.Tidak gentar mengenakan busana muslimah yang sesuai syariat, padahal dengan itu anda akan selalu menerima tatapan aneh dari masyarakat negeri anda.&#8221;</p>
<p align="justify">&#8220;Anda tidak berputus asa belajar membaca Al Qur’an walaupun dengan lidah Jepang yang kaku ketika membaca huruf hijaiyyah. Bahkan dengan semangat yang tinggi anda mengikuti kursus bahasa Arab. Anda juga mempunyai rasa solidaritas yang tinggi kepada umat Islam di negara lain yang sedang mengalami penderitaan. Semua itu anda lakukan hanya dalam beberapa tahun keIslaman anda. Sedangkan kami, yang menerima keIslaman sejak lahir, mungkin sampai setengah umur ataupun bahkan seumur hidup pun belum tentu dapat melakukan itu semua. Amal ibadah yang anda laksanakan beberapa tahun ini mungkin nilainya sama atau bahkan lebih besar dibandingkan dengan kami. Wallahu’alam. Kami justru banyak belajar dari anda.”</p>
<p align="justify"> “Katakanlah, Maukah kami kabarkan tentang orang yang paling merugi amalan mereka? yaitu orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka di dunia, sedang mereka menyangka telah mengerjakan sebaik-baiknya.” (Al Kahfi 103-104)</p>
<p>*Untuk saudara-saudaraku muslimah Jepang, semoga selalu istiqomah !</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuirsyad.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuirsyad.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuirsyad.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuirsyad.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuirsyad.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuirsyad.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuirsyad.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuirsyad.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuirsyad.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuirsyad.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuirsyad.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuirsyad.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuirsyad.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuirsyad.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuirsyad.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuirsyad.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=30&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/04/18/muslimah-jepang-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/603cce72a2881f7536a34b296a1bcf31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/muslimah2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">muslimah2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kami ga nai no ?</title>
		<link>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/04/15/kami-ga-nai-no/</link>
		<comments>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/04/15/kami-ga-nai-no/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 10:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuirsyad.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Mengenakan jilbab (kerudung ) di Indonesia, bukan merupakan suatu hal yang aneh. Bahkan jilbab sekarang sudah menjadi trend di tanah air, seiring dengan banyak munculnya produsen jilbab dengan berbagai bentuk dan model jilbab. Berbeda halnya di Jepang, wanita mengenakan jilbab adalah pemandangan langka. Tidak heran setiap bertemu dengan orang Jepang, mata mereka akan agak lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=29&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><a href="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/muslimah.jpg"><img src="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/muslimah.jpg?w=570" alt="" title="muslimah"   class="alignright size-full wp-image-113" /></a>Mengenakan jilbab (kerudung ) di Indonesia, bukan merupakan suatu hal yang aneh. Bahkan jilbab sekarang sudah menjadi trend di tanah air, seiring dengan banyak munculnya produsen jilbab dengan berbagai bentuk dan model jilbab.</p>
<p align="justify">Berbeda halnya di Jepang, wanita mengenakan jilbab adalah pemandangan langka. Tidak heran setiap bertemu dengan orang Jepang, mata mereka akan agak lebih lama menatap pemandangan &#8221; langka&#8221; itu. Kadang-kadang saya ditanya, &#8221; Surilangka jin desu ka ? &#8220;..orang Srilangka ya ? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Atau suatu saat, di supermarket, seorang bocah cilik bertanya, &#8221; Atsui janai no ? &#8220;&#8230;apa gak panas ? serta banyak lagi pertanyaan dan komentar yang ditujukan kepada saya sehubungan dengan jilbab yang saya pakai.<span id="more-29"></span></p>
<p align="justify">Suatu siang Oyaasan (pemilik apartemen) datang ke rumah kami untuk menghadiahi kami sekeranjang bawang bombay hasil kebun di halaman rumahnya. Setelah sedikit berbincang, dan beliau akan mengakhiri pembicaraannya, tiba-tiba beliau bertanya&#8230;ano ne, chotto shiritai dakedo, anata wa kami ga nai no, dakara sonna sukarufu (sambil menunjuk jilbab) de atama o kaburu ?..maaf ya..saya kok pengin tahu&#8230;apa anda gak punya rambut (gundul)&#8230;makanya pakai kerudung di kepala ? Sebentar saya terdiam, penginnya sih ketawa, tapi kok ya kurang sopan, akhirnya saya menjawab..iie..sonna koto wa nai desu..kore ga Isuramu no bunka desu kedo&#8230;kami ga mochiron arimasu yo&#8230;ooh tidak, bukan begitu,ini adalah ajaran Islam, tentu saja saya punya rambut. Fyi, pendeta/biksu wanita di Jepang biasanya menggunduli rambut di kepalanya, kemudian mengenakan kerudung untuk menutup kepalanya. Selanjutnya kami tertawa bersama, dan beliau pun segera berpamitan, sambil meminta maaf&#8230;sumimasen ne <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuirsyad.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuirsyad.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuirsyad.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuirsyad.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuirsyad.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuirsyad.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuirsyad.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuirsyad.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuirsyad.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuirsyad.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuirsyad.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuirsyad.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuirsyad.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuirsyad.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuirsyad.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuirsyad.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuirsyad.wordpress.com&amp;blog=352838&amp;post=29&amp;subd=ummuirsyad&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuirsyad.wordpress.com/2008/04/15/kami-ga-nai-no/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/603cce72a2881f7536a34b296a1bcf31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuirsyad.files.wordpress.com/2008/10/muslimah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">muslimah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
