Muslimah Jepang Itu…

Pada suatu hari di Masjid Otsuka, Tokyo, Jepang, selesai mengikuti majelis taklim khusus muslimah, saya bercakap-cakap dengan seorang muslimah Jepang, sebut saja namanya Fulanah. Percakapan kami dimulai dengan pernyataan Fulanah kepada saya : “ Wulan san, saya iri lho kepada saudara-saudara muslimah dari Indonesia, Pakistan, Bangladesh, Malaysia dan negara-negara Islam lainnya. Mereka telah memeluk Islam sejak lahir. Sejak kecil telah diajarkan nilai-nilai Islam. Telah beribadah sepanjang hidupnya. Fasih membaca Al Qur’an. Tentu mereka telah memperoleh pahala yang sangat banyak atas segala ibadah dan amal yang telah dilaksanakannya”.

” Sedangkan saya, baru berislam beberapa tahun yang lalu, sebelum itu saya banyak melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan nilai Islami. Minum khamr, makan daging babi, dan lain-lain. Lidah saya terlalu kaku ketika belajar membaca Al Qur’an. Hafalan surat-surat saya tidak banyak, dan bacaannyapun mungkin banyak yang salah.Bagaimana saya dapat mengejar ketinggalan dari saudara muslimah yang lain? “

Sebentar saya tertegun dan termenung mendengar ucapan Fulanah tadi, tak tahu harus berkata. Kemudian pelan-pelan saya coba menjawabnya : “Fulanah san, justru sebaliknya kami lah –saudara muslimah- yang kausebut tadi yang patut iri kepada anda. Anda memperoleh hidayah Islam dari Allah SWT,menjadi seorang mualaf. Dilahirkan kembali, suci seperti layaknya bayi yang baru lahir dari rahim ibunya. Dan Anda menyambut anugerah Allah SWT tadi dengan hati yang tunduk dan tekat yang kuat menerima segala ketentuan dan hukum Allah SWT tanpa perbantahan sedikitpun. Kebiasaan-kebiasaan yang lalu segera anda tinggalkan, ibadah anda lakukan dengan komitmen yang tinggi, shalat tepat waktu, zakat tidak pernah kurang, puasa penuh bahkan ibadah haji pun telah anda laksanakan.Tidak gentar mengenakan busana muslimah yang sesuai syariat, padahal dengan itu anda akan selalu menerima tatapan aneh dari masyarakat negeri anda.”

“Anda tidak berputus asa belajar membaca Al Qur’an walaupun dengan lidah Jepang yang kaku ketika membaca huruf hijaiyyah. Bahkan dengan semangat yang tinggi anda mengikuti kursus bahasa Arab. Anda juga mempunyai rasa solidaritas yang tinggi kepada umat Islam di negara lain yang sedang mengalami penderitaan. Semua itu anda lakukan hanya dalam beberapa tahun keIslaman anda. Sedangkan kami, yang menerima keIslaman sejak lahir, mungkin sampai setengah umur ataupun bahkan seumur hidup pun belum tentu dapat melakukan itu semua. Amal ibadah yang anda laksanakan beberapa tahun ini mungkin nilainya sama atau bahkan lebih besar dibandingkan dengan kami. Wallahu’alam. Kami justru banyak belajar dari anda.”

“Katakanlah, Maukah kami kabarkan tentang orang yang paling merugi amalan mereka? yaitu orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka di dunia, sedang mereka menyangka telah mengerjakan sebaik-baiknya.” (Al Kahfi 103-104)

*Untuk saudara-saudaraku muslimah Jepang, semoga selalu istiqomah !

21 Responses to “Muslimah Jepang Itu…”

  1. Mbak, izin copy paste kisah ini ya?!
    Jazakumullah

  2. #Ayu : Ya, silahkan..
    waiyyakum

  3. Assalamu’alaikum.. Terima kasih Mbk Wulan uda mampir di blog saya yg di WP. ^^ *ketemu di WP sm MP nih.. senyum* O,ya blog-ny mbk saya link ya. Jazakillah khoir..
    Smg saudari2 muslimah qt dari Jepang itu selalu dirahmati n tetep di-istiqomah-kan
    sm Allah SWT. Amin.

  4. wa’alaikumussalam wr wb
    #sweetstrawberry : he..he..sama-sama mbak atik. Yang WP ini yang pertama saya buat, baru kemudian bikin di MP. Saya link juga ya…syukron.

  5. Bu Wulan, menarik sekali cerita ini, sepertinya mengingatkan pula pada tulisan Pak Romi dengan judul “Berilah Mataharimu Sinar Takwa”. Sampai2 saya hafal judulnya.

    Semoga bisa mengingatkan kita yang lalai dengan tanggung jawab hidup ini. Amien. :-)

  6. # Tatas Wicaksono : ya, banyak sekali nilai positif yang saya ambil ketika bergaul dengan muslimah2 Jepang, yang notabene berIslam baru beberapa tahun, salah satunya cerita di atas.

  7. keren bgt postingan-nya.Sugoi… :D
    Emang postingan mbak gak beda2 jauh ama mas Romy.Sama2 bagus & bnyk hikmah-nya.
    Makasi..makasi :)

  8. emang nih, sayang sekali, banyak orang yg sudah lama beragama islam (bahkan sejak lahir) tapi amal nya masih sedikit sekali, niat utk belajar islamnya kurang, dlsb..
    saya termasuk yg kebanyakan ini..
    :(

    ampuni hamba yaa Allah..

  9. #toim : Alhamdulillah, sama-sama mas…

    #oRiDo : yup…mari sama-sama instropeksi diri.

  10. mba, sy jg mualaf sprt mba Fulanah.
    sy tersentuh dgn ajaran islam.
    Insya allah sy mau ber jilbab. krn mengerti akan arti berjilbab.

    Sy minta doanya.. Semoga lancar. Amien

    Wasalam.

    * Tya *

  11. #tya asia : Barakallah, Alhamdulillah, semoga keinginan untuk berjilbab diridhoi dan dimudahkan oleh Allah ya….amiin.

  12. Subhaanalloh, pgn jg ngrasain jd muslimah di negara yang kaum muslimnya minoritas, kyknya perjuangannya bakalan lebih berat, lbh pny “taste” :)

  13. salam kenal ummu. tulisannya sungguh menginspirasi dan menggugah. terima kasih atas kisah-kisahnya.

    http://rusdin.wordpress.com

  14. #ikaa : he..he..he kayak iklan rokok aja ;)

    #rusdin : salam kenal juga…

  15. salam…. salut bangetttttttttttttttt

  16. Wah, ada fulanah san dan antum san. Keren-keren.

    Salam kenal ^_^

    Syukron Gozaimasu

  17. ehm…
    udh lama gak apdet..
    :D

  18. Cerita yang sangat menarik….

  19. salam kenal mba wulan…
    kalo saya kejepang boleh mapir ???

    Syukron

  20. #zoel chaniago : wa’alikumussalam..

    #Ade Bayu : salam kenal juga..

    #edratna : terima kasih bu

    #rusman : salam kenal juga mas, sayang sekali sekarang saya sudah berada di tanah air kembali :D

  21. #zoel chaniago : wa’alikumussalam..

    #Ade Bayu : salam kenal juga..

    #oRiDo : iya nih, bukan blogger yang baik ya:)Insya Allah diusahakan untuk selalu diupdate

    #edratna : terima kasih bu

    #rusman : salam kenal juga mas, sayang sekali sekarang saya sudah berada di tanah air kembali :D

Leave a Reply