Sushi

Ketika tinggal di Jepang, saya berkenalan dengan makanan yang satu ini. Sama seperti kebanyakan orang Indonesia lain ketika mendengar “sushi“, maka yang terbayang adalah ikan mentah hii …Tetapi ketika pertama kali mencicipi sushi di negeri asalnya, sungguh bertolak belakang sekali dengan imajinasi saya sebelum itu. Paduan antara nasi, ikan mentah dan wasabinya, seperti memiliki harmoni tersendiri. Mewakili kebanyakan cita rasa masakan Jepang, yang ringan , sederhana tak banyak berbumbu dan berbentuk indah. Sejak saat itu jadilah saya salah satu orang Indonesia penggemar sushi ;)

Berbagai jenis ikan dan sea food dapat digunakan. Maguro (tuna), syake (salmon), ajii (kembung), hamachi, kani (kepiting), unagi (belut),telur ikan, dll. Sushi biasanya dihidangkan bersama dengan ocha (teh hijau) hangat dan manisan jahe. Teh hijau dan manisan jahe ini juga berfungsi sebagai penetral adanya bakteri jahat yang ada pada ikan mentah. Nasi yang dipakai adalah jenis nasi yang lekat (semacam nasi ketan), dan berbau harum.

Ada 3 jenis sushi yang umum dihidangkan. Yang pertama adalah Nigiri Sushi. Berupa nasi yg dikepal dengan tangan berbentuk kotak kecil dengan ukuran sekali masuk mulut (hito kuchi), di atasnya diberi selembar potongan ikan/sea food mentah boneless (tanpa tulang) . Biasanya di atas nasi dioles sedikit wasabi, untuk menimbulkan sensasi rasa sedikit pedas. Cara menyantapnya, dengan dicelupkan sedikit ke dalam saus kecap asin (shoyu).

Yang kedua adalah Maki Sushi (Roll Sushi). Yang ini pembuatannya menggunakan alat penggulung. Lapisan pertama adalah selembar Nori (rumput laut kering), selanjutnya nasi, kemudian baru diberi ikan atau sayuran mentah, dan digulung, untuk kemudian dipotong-potong dengan ukuran sekali masuk mulut.

Yang ketiga, Te Maki Sushi (Hand Roll Sushi). hampir mirip dengan Maki Sushi, bedanya Te Maki Sushi digulung dengan tangan sehingga bentuknya mirip  Ice Cream Cone.

Dari berbagai survey yang saya lakukan di resto penyedia sushi di Jakarta, lebih banyak dihidangkan jenis Maki dan Te Maki Sushi. Mungkin karena bisa lebih divariasi isinya kali ya…jadi lebih cocok dengan lidah orang Indonesia. Kalau saya sendiri lebih suka Nigiri Sushi,karena lebih simple dan tidak eneg. Sayangnya, untuk bisa menikmati sushi di Jakarta harus berpikir 2 kali, harganya itu lho …selangit :P

6 Responses to “Sushi”

  1. Wah ternyata Blogger juga nih…
    Btw saya pernah diajak temen ketempat makan susi diplasa senayan, waduhhh saya kayaknya perlu adaptasi lama sama makanan ini, enak sih cuma aneh saja di lidah…tapi anehnya yang dateng penuh banget sampai orang antri diluar resorannya….
    Ada kiat-kiat khusus gak mbak untuk cepat beradaptasi dengan makanan ini, kok kayaknya menantang untuk dikuasai, apalagi harganya juga menantang didompet.
    Thanks dah jalan-jalan ke blog saya mbak.

  2. #Chaeruddin : He..he.. lagi belajar mas.
    Hmm, mungkin image ttg sushi diubah dulu ya.. Orang Indonesia gak terbiasa makan ikan mentah jadi bayanginnya aja udah hii gitu..
    Di negeri asalnya, pengolahan ikan segar hingga menjadi sushi dilakukan dg bersih, rapi dan profesional, sehingga jauh dari kesan jorok, seperti yang kita lihat di pasar2 ikan atau tukang sayur.
    Atau mungkin perlu jalan2 ke Jepang dulu mas :D

  3. yihaaaa~ ummi
    saya juga suka sekali sushiiiiiiiiii :D
    bahkan pacar saya juga sekarang jadi suka Korean & Japanese food gitu. Soalnya sehat sih!

  4. Sushi memang enak……apalagi bentuknya indah.
    Pada umumnya saya suka makanana Jepang, termasuk sashimi.

  5. Yang saya gak tahan dari sushi justru nasi-nya, kok rasanya asem gitu ya, kayak pake cuka. Baru nyoba 2 kali sih :P, jenis maki sama nigiri

  6. #SiAyAmpetok2 : he..he..he

    #edratna : ya bu, kuliner Jepang memang tidak bisa dipisahkan dengan keindahan penyajiannya.

    #asep : memang kadang2 nasi untuk sushi diberi sedikit cuka. Mungkin kebanyakan tuh ngasihnya :D

Leave a Reply